Wristi

Kalisaja, di sela kuku kokohmu yang tak terawat puluhan minggu
Atau di bidik bola mata yang kerlingnya menyumbat tanda tanya
Bisa juga dilipat selilit yang mengait diantara celah gigimu
Jangan-jangan, kau simpan di bawah telapak kaki berselimut pantofel hitam
Kuterka justru di antara neutron yang menjalari memori
Rekaan terakhir, di balik bilik jantung kanan -memberai nadi bermuara darah

Di sanalah kau ukir sebuah kata tak bersua
Sebuah surat tanpa alamat
Sebuah masa yang kau wakilkan pada ‘rahasia’.

*Bandung, 2 bulan menuju 2015

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*