Trik Asik Buat Baca

Aku bersyukur terlahir dari gen yang cinta membaca. Bahkan sampai usia keduanya melewati setengah abad, orang tuaku masih selalu haus bacaan. Tidak heran kalau sejak balita aku sudah bisa baca. Sayangnya, ibu selalu marah tiap kali mendapati aku menyelundupkan novel ke meja belajar. Kuumpat di bawah kasur sekali pun, pasti ketahuan dan langsung disita.
“Sekali baca novel, kamu bakal ketagihan. Ibu nggak mau nilaimu jelek karena keasikan baca novel dan malas belajar!”, itu kata-kata ibu yang masih terngiang sampai sekarang.
Apa boleh buat, aku menurut saja. Dongkol, kesal, atau kecewa pun tak ada gunanya. Toh, aku tak bisa melawan. Meski baru kusadari semasa SMA kalau, sikap ibuku itu tidak sepenuhnya salah, tapi tidak berarti benar 100%.
Ibu benar kalau membaca novel itu bikin ketagihan. Setiap aku membuka halaman pertama dan ternyata aku suka, seketika itu pula aku berubah jadi kutu buku yang rela menghabiskan 24 jam hanya untuk memperkosa setiap kata di novel itu. Tentu dikurangi jam sekolah, mandi, dan makan. Belajar? Nanti dulu.
Tapi bukan berarti aku jadi malas belajar dan nilaiku turun drastis. Justru dipancing dengan jatuh cinta pada novel itu membuatku terjerembab ke lembah bacaan. Pembiasaan ini menjadikanku terlatih untuk senang membaca. Yang penting senang, suka, bahagia, dan merasa asik dulu deh dengan bacaan. Tentu dengan sendirinya, seiring berjalannya waktu, aku akan bisa memilah dan memilih: mana bacaan yang harus kudahulukan.
Waktunya ulangan harian atau ujian, jelas aku harus mendahulukan buku pelajaran. Begitu pun ketika tugas sekolah memenuhi Sticky Notes. Tapi jika tugas sudah selesai, materi ulangan sudah dikuasai, kukira tak ada salahnya menikmati waktu istirahat dengan melahap kisah yang membuatku membayangkan adegan -seperti film beneran, dari novel yang kubaca.
Itulah saat aku membiarkan mata, bukan hanya kepala tapi juga hati, menelusuri tiap kata yang tersaji dalam bacaan itu. Membaca dengan membiarkan hatiku merasakan. Tanpa tertekan. Hingga aku mendapati semua bacaan itu bukan untuk dipelajari, tapi dinikmati.
Kukira, begitulah cara membuat diriku cinta membaca.
Dan, kau, sob. Masih merasa membaca itu hal yang membosankan? Kurang asik? Coba deh, jangan merasa tertekan apalagi terpaksa bahwa bacaan itu adalah sesuatu yang kamu pelajari. Cukup baca saja dan biarkan hatimu merasakan. Biarkan kata-kata dalam bacaan itu membuatmu jatuh cinta.
Tidak harus novel atau sastra, kamu bebas memilih bacaan apa pun yang kamu suka. Setelah menemukan asiknya membaca, aku yakin kamu tidak perlu lagi disuruh atau diancam ortu kalau tidak membaca buku pelajaran. 🙂

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Hanya, Sesenja Saja

Read Next

Opik #9: Resolusi 2015 itu..

Facebook Comments

Disqus Comments

damae