Sunyi Senja #1

Kau tahu, Angin.. Belakangan beberapa kawan mendekat, meminta sebuah jawab untuk hati yang berderap. Soal suami yang hendak kawin lagi, lebih parah justru tega membuat gara-gara agar lelaki konyol itu lepas dari anak istri. “Aku harus bagaimana, Mbak? Harus bagaimana?”, wajah kawanku basah, air matanya tumpah. Aku? hanya mampu memapah.

Hari kemudian datang kawan yang justru girang tapi bimbang. Antara mengiyakan pernikahan dengan pria impian atau menuruti ayahanda untuk menuntaskan tugas akhir mahasiswa. Kubilang, “Nikah muda bukan bencana, asal kamu siap lahir batin,”. Siap bukan untuk hal yang telah direncanakan, tapi untuk partikel rumah tangga yang tak pernah diprediksi -bakal terjadi. Tapi bila bisa sabar sejenak hingga ‘studi’ memuncak, kenapa tidak?

Sepi dari perkara rumah tangga, bertubi-tubi pemudi-pemuda mengungkap tanya. Dari galau lantaran hati berkelana, pilihan bidang pendidikan, hingga persoalan karir yang terpelintir. Satu dua masih bisa kujawab (agak) bijaksana. Selebihnya kukembalikan pada Si Empunya.

Ah, Angin.. Lagakku sudah seperti konsultan ulung saja. Padahal, kau lihat sendiri, Angin.. Aku justru tidak lebih tahu apa-apa ketimbang mereka. Soal rumah tangga? Huhf, jangan membuatku tampak lebih bodoh lagi. Aku sama sekali belum pernah mengalami, bagaimanalah aku bisa memberi solusi?

Soal hati? Haduh.. Ini lebih rumit lagi. Bahkan ibu pun selalu meledek, “Kapan bisa dewasa kalau hatimu selalu manja?”. Soal pendidikan? Ini juga tidak lebih baik dari persoalan lain. Hal klasik yang selalu berujung pada: putar haluan. Lalu, karir? Apa pula ini. Meski semua selalu bersangka betapa prestisenya aku dengan saat ini, tetap saja kau bisa tertawa karena karirku belumlah bermula.

Angin, pada siapalah aku berceloteh begini kalau tak ada kau? Bersama senja yang tak bisa kita nikmati berjam-jam, sudilah dirimu membersamai sunyiku. “Sunyi?”, ah, tak usah terperanjat. Biasa saja. Sebelum senja tiba aku bisa mendengar semua kisah mereka -kawan-kawanku. Tapi saat jingga memendar kuning emas, merongga biru tua kehitaman hingga gelap sempurna menutup awan, aku selalu menikmati kesunyian.

 

Photo by Damae Wardani

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*