Rerintik itu Tetaplah Hujan

Sudah lama dia tak datang

Bila pun datang, hanya rerintik yang tak cukup membasahi kerudung

Kadang lama, kadang juga hanya sekelebat, terbawa angin

Mungkin ia lupa,

Atau sengaja melupakan

Namun kutahu noktahnya tak bernyawa

Tak menyapa, tak pula membalas sapaan

Sayangnya hati ini tetap yakin,

Ia tidak sedang berusaha menghapus kenangan

 

Dan, rerintik itu tetaplah hujan

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

5 Comments

  1. heuheu… padahal puisi saya jg gak bakal ngebom ato mistol, mak.. jd knp harus nyerah? 😀
    makasi kunjungannya, maak..

    1. iya, betul sekali teh euis.. 🙂

      iya, saya alumni sana juga. salam kenal kembali..
      teh euis tinggal dimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *