Pantai Mati

Ombaknya kering pasirnya puing
Nyiur merintih lambainya lirih
Cangkang kerang beradu banyak dengan mayat karang
Rumput kering bersungut di runtuhan perahu
Airnya tak jua bening menggoda
Pun hilirnya terpisah tanah, jauhi samudra
Samar terdengar angin bercakap di sukma senja
Bersama mentari setengah hati, kian brisik berbisik
“Pantai ini sudah mati”, saut bintang di gantungan

Lalu,
Hening
Desaunya merinding

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Pesantren, Surga Ilmu Dunia Akhirat

Read Next

Makan Matematika

Facebook Comments

Disqus Comments

damae