Padahal

“Pyaaarrrrrr…!”
Manik-manik rasa tercabut dari gelangnya.
Kau, tanpa peri-manusia, melibas nurani hingga pecah empedu.

Padahal,
Jangankan hanya telinga yang kau pinta, hati pun selalu siap disantap.
Jika saja, sebutir kasih masih merumahi matamu.

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*