Nasib Pejalan Kaki Kala Hujan

Sebagai manusia pecinta jalan kaki (lebih tepatnya bernasib menjadi pejalan kaki), aku sering keki kalau berjalan di tengah hujan. Keki sama pengguna jalan yang berkendara. Mau mobil mewah atau ancot (baca: angkot), mau motor Ninja atau matic, bahkan pesepeda sekali pun, banyak yang tak pakai mata kalau berkendara saat hujan.
Korbannya ya aku ini. Pejalan kaki. Mau dijelasin lebih rinci?
1. Trotoar sering disrobot pengguna motor dan sepeda
2. Kalau kebetulan mendapati jalan tanpa trotoar, terpaksa berjalan di tepian kan? Nah, itu pas banget jadi mangsa bus, ancot, mobil pribadi, atau pengendara motor yang jail. Padahal sudah mepet banget sama batas jalan, tetap saja diklakson biar terus minggir.
3. Namanya hujan, pasti menyisakan genangan air. Apalagi Bandung, drainase jalan banyak yang nggak bener. Nggak heran kalau hujan turun, ada saja tepi jalan tempat pejalan kaki itu penuh air. Hujan besar, banjir sepuluh senti sudah pasti menutup jalan. Hujan besar binti lama, beuuuhh! Kacau macetnya, kacau banjirnya. So, kalau aku jalan di tepi genangan atau melewati genangan air hujan, selalu saja keciprat kendaraan yang melintas.
4. Aku nggak bilang kalau nggak mau keciprat, itu memang risiko jadi pejalan kaki. Tapi mbok yo’o, plis deh, siapa pun anda yang mengemudi, lihat kanan kiri-lah. Kalau melewati genangan dan di tepian ada pejalan kaki, toloooong banget, pelanin laju kendaraannya. Kasihan para pejalan kaki yang bukan keciprat lagi, tapi kesembur genangan air! Pejalan kaki juga sama-sama punya hak atas jalan itu loh!
5. Trotoar banyak yang berlubang, bahaya sekali kalau ketutup banjir. Pejalan kaki harus ekstra hati-hati, harus lihat ke bawah dan ke depan saat berjalan. Sedikit ‘ndlenger’ aja bisa terperosok atau terpaduk.
Sebenarnya masih banyak ini unek-unek soal nasib pejalan kaki. Tapi 5 dulu aja-lah. Jaga-jaga emosi dan imej. Takut kebablasan, hehe..
Yang jelas, kalau kamu nggak mau ngalamin nasib yang sama kaya aku, jangan jadi pejalan kaki! Apalagi dimusim ujan, hueekk…

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Maha-siswi

Read Next

Cara Mengatasi "Takut Salah" dalam Ngeblog

Facebook Comments

Disqus Comments

damae