Menuju The Balinese Harmony

Jangan dikira aku seperti petualang yang mencangklong ransel setinggi kepala. Jangan sebut juga aku backpacker yang tahan berjalan puluhan kilometer. Apalagi pelancong bertubuh gempal bak jagoan yang kuat menangkis musuh, sama sekali bukan. Aku juga bukan bagian dari manusia macho yang justru terlihat keren saat menikmati bahaya.

Agaknya, aku hanya memiliki sepersekian koma sekian keberanian dari hasrat penasaran. Hasrat yang terkandung dalam mimpi konyol seorang gadis ringkih penyakitan. Ada pula yang bilang nekat, bahkan gila. Keduanya tak lain menjelma dari ‘haus perjalanan’.

Kali ini, aliran haus itu sampai ke tepian pantai: Kuta, Uluwatu, Suluban, Pandhawa, Nusa Dua, hingga Tanjung Benoa. Semua terkisah oleh senja bersama The Balinese Harmony on damai.malhikdua.com.

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*