Malang

Tumben belum tidur,
Sudah sepekan kamu tidur lebih larut dariku.
Huhf.. Apakah kita senasib?
Mungkin. Tapi rasanya ada yang beda dengan nasib kita.
Apa bedanya?
Aku kesepian karena memang aku tidak tercipta untuk berkawan, sementara kamu..
Aku?
Kamu kesakitan karena tidak bisa meminta siapa pun hadir di sisimu saat tubuhmu meronta, padahal kamu dikelilingi banyak manusia.
Benar. Itu lebih menyakitkan dari sakit yang dirasakan tubuhku.
Bahkan saat kamu takut, sedih, kecewa, dan bahagia, hanya bisa disembunyikan di balik air mata. Angin pun sama sekali tak berdaya untuk membantu. Maaf, maafkan Angin.
Tidak. Jangan minta maaf. Membuatku tersadar betapa malangnya diriku, bukankah hanya bisa dilakukan oleh sahabat sejati?
Ahaha.. Semoga iya. Baiklah, saatnya tidur. Mentari esok tengah menanti perjalananmu.

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Andai

Read Next

Kian

Facebook Comments

Disqus Comments

damae