Makan Beralas Sobekan Plastik di Pesantren Modern

Barangkali Anda bingung. Mungkin juga langsung miris, iba, atau mengatakan itu sebuah ironi. Sedikit mengganggu penglihatan Anda, mungkin. Atau bahkan ada yang berpendapat hal yang tertera di judul itu tidaklah mungkin.
Hmmm                                         Terserah apa persepsi Anda. Tapi itulah real condition yang ada.
Bukan sebuah ironi, bukan juga kemustahilan yang terjadi di pesantren modern. Melainkan sesuatu yang langka dan tidak pernah terbayang sebelumnya.
Lalu, apakah itu sebuah kesalahan? Atau memang tradisi yang dibudayakan?
Baiklah, ikuti terus tulisan ini.
Tiga tahun lamanya saya nyantri di Brebes, memang belum pernah sekali pun saya makan beralaskan plastik. Tradisi disana memang terbiasa menggunakan kertas minyak atau piring plastik untuk catering. Cara makannya pun satu porsi sendiri, meski waktu dan tempat makan bersamaan.
Lain ladang lain belalang. Begitu kata pepatah. Benar, memang. Lain kota, lain budaya. Lain daerah, lain tradisi. Lain pesantren,lain pula kebiasaannya.
Lain dari Brebes, pesantren modern yang kini saya singgahi sedikit geser ke barat. Ya, Bandung tepatnya. Pesantren modern yang mengungunggulkan Arabic-English sebagai daily language ini lebih dikenal dengan Ma’had Aly ketimbang Ma’had Al Jami’ah sebagai nama berunya.
Ma’had yang bergedung empat lantai, berkamar 12, dan memiliki ruang belajar yang nyaman juga representatif ini dihuni oleh _kurang lebih_ 110 mahasiswa. Edisi khusus untuk mahasiswa baru, didampingi oleh pengelola Ma’had yang profesional dan musyrif-musyrifah terpercaya.
Layaknya pesantren modern, bidang garapannya bukan lagi uplek dalam mengaji dan kitab kuning. Melainkan berkembang luas meliputi Pembelajaran Billingual (Arab-Inggris), Kitab Turats, Kewirausahaan, Matematika, dan Teknologi Informatika.
Meski keseharian tetap seperti pesantren yang lain, yakni bangun jam 4 pagi dan tidur jam 11 malam. Namun jadwal kegiatan tidak sepadat pesantren lain.
Disini, ba’da subuh biasa diisi dengan Mufradat/Vocabularies and Muhadatsah/Conversation (Hafalan kosa kata dan percakapan). Tentu saja ada pengajian Al Qur’an dan ceramah setiap pagi, bergantian sesuai jadwal.
Siang hingga sore, waktu diserahkan ke mahasiswa masing-masing. Inilah saatnya kuliah di kampus dan biasanya asrama kosong, kecuali mereka yang libur.
Sebelum adzan maghrib bergema, semua santri harus sudah kembali untuk bersiap-siap melaksanakan solat berjama’ah. Setelah kulit (baca: kuliah lima menit) yang dibawakan oleh santri sesuai jadwal yang tersedia, dilanjut waktu istirahat dan makan malam sampai sebelum isya.
Pengajian kitab Turats, Arabic and English Class, juga agenda Muhadharah, dilaksanakan setelah solat isya berjamaah. Sesuai jadwal yang telah ada, Arabic and English Class dua kali dalam seminggu. Sedangkan Kitab Turats dan Muhadharah/Speech sekali dalam seminggu.
Jika tidak ada perizinan pulang _perizinan turun setiap sebulan sekali_, biasanya malam minggu diisi watching together. Tak jarang pula Ma’had menyelenggarakan acara-acara khusus di malam minggu.
Selain serunya kegiatan tadi, ada juga beberapa event besar yang diselenggarakan tiap akhir semester. Speech Contest, Broadcaster Contest, dan kawan-kawan.
Menyinggung sedikit tentang fasilitas, boleh dibilang tidak mengecewakan. Hanya saja tetap harus bisa memenej diri sendiri agar semua berjalan maksimal.
Lalu, dimana letak keunikan makan beralaskan plastik?
Ok, tunggu postingan berikutnya.

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Jurnalistik, Nu Aing!

Read Next

Makan Beralas Sobekan Plastik di Pesantren Modern 2

Facebook Comments

Disqus Comments

damae