Kuliah Pagi, Peluang Bisnis Catering Jurnal D

Semenjak gerbang semester 2 dibuka, perkuliahan Jurnal D dijadwalkan pada pukul 07.00 pagi untuk mata kuliah pertama, setiap Senin hingga Jum’at per minggunya. Sekilas tampak aman, damai, dan sentosa untuk keluarga besar kelas jurnal yang kini menetap di Z-13 ini. Terbukti dengan semangat mereka berangkat lebih awal dari mahasiswa kebanyakan, meski tak elak satu dua sering terlambat (termasuk Damae, hehe..).

Namun diluar terkaan penulis, kuliah pagi justru menjadi peluang bisnis makanan yang menggiurkan dan menjanjikan. Lantara kuliah pagi, dapat dipastikan tak satu mahasiswa pun yang sempat sarapan sebelum berangkat, kecuali mereka yang memang terbiasa sarapan, kost atau rumahnya dekat, atau mereka yang bangun lebih awal dan sempat mempersiapkan sarapan.

Nah, mayoritas mahasiswa yang belum sarapan ketika mengikuti kelas pagi, menjadi ladang empuk untuk membuka pesanan makanan bagi Ulpa, Windi, dan Sista. Tak hanya nasi kuning dan nasi goreng yang biasa dipesan, makanan ringan seperti mie goreng, kripik singkong,      dan           risole pun laris manis dijajakan. Bahkan air mineral gelas juga turut mereka sediakan yang dijual terpisah dengan makanan.

Ada yang mau coba? Menu terbaru pagi ini ada mie goreng spesial, tawar Ulpa pada kawan-kawan seraya memperlihatkan mie goreng yang tersaji rapi dalam tok makanan.

Selain dibutuhkan, praktis, dan nikmat, tentu faktor harga menjadi pertimbangan. Standar harga yang dipatok berkisar 4 sampai 5 ribu per bungkus nasi, sedang kripik singkong 2 ribu per bungkus, dan risole cukup seribu rupiah per biji. Untuk air minum gelas, standar 500 perak per satuannya.

Memang      tak semuanya ikut memesan catering ini. Sebagian mahasiswa lebih memilih jajan di kantin samping gedung jurusan, ada pula yang memilih makan di luar sepulang kuliah pada pukul 10.10 WIB.

Sekalipun baru permulaan dan belum beredar ke kelas atau jurusan lain, untung 20% dari setiap item yang dijual per harinya cukup membuat Ulpa senang. Nasgor dan migor bisa terjual 3 sampai 4 bungkus per hari. Kalau kripik dan air bisa 10 pacs tiap harinya. Target pemasaran sih masih sekitar mahasiswa UIN saja. Alhamdulillah sudah pada kenal, jelasnya saat dihubungi penulis via SMS.

Meski kelas jurnal, tak menutup kemungkinan sayap bisnis bisa dikepakkan dalam setiap kesempatan. Siapa bisa mengira jika kuliah pagi justru menjadi salah satu lahan untuk mendapat uang saku tambahan bagi mereka yang getol mengorek peluang.

Andakah pemangsa peluang berikutnya?
Salam Jurnal.
width=169

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Beragam Acara Sambut Milad FLP yang Ke-15

Read Next

Metamorfosa Si Mawar Putih, dari Tinta menjadi Pena

Facebook Comments

Disqus Comments

damae