Kelu

Kau anggap apa aku ini?
Ribuan hari kau menguap tanpa subliman embun
Jutaan detik jantungku retak tiap detak
Seringan itukah lidahmu meraihku demi “peduli”?

Getir dinyinyir
“Peduli” untuk apa?
Pada siapa?

Aku?
Hatiku sudah terlalu kelu.
Apa pun,
Bujukmu.

Menatap matamu pun aku tak mampu.

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*