Kebesaran Cinta

Hai.. Lama tak bersua. Apa kabarmu?
Baik, tapi.. kurang bersemangat.
Kenapa?
Entahlah.. Aku juga makhluk sepertimu, diliputi keadaan yang tidak sempurna.
Ah, kau ini. Oya, boleh kutanya sesuatu?
Boleh.
Seberapa besar rasa cintanya padamu?
Dia?
Yup
Eum..
Kamu.. bingung menjawabnya?
Heu..
Itu artinya cinta dia sangaaat besar! Yang kutahu, semakin besar cinta seseorang, maka semakin sulit cinta itu dilihat. Semakin kecil rasa cintanya, semakin mudah dilihat.
Benarkah? Kenapa?
Eum.. Cinta yang tidak terlihat itu kadang menipu, bias, dan butuh pemahaman untuk mengetahui keberadaannya. Karena dari permukaan akan terlihat biasa saja, tapi sebenarnya cinta itu.. tersembunyi di palung hati, dalaaam sekali.
Kalau begitu, bagaimana cara mengetahui cinta yang tersembunyi?
Ahaha.. Aku belum pernah jatuh cinta, mana bisa aku tahu caranya.
Tch.. Angin!!!
Ekhm.. Baiklah, aku bocorkan hasil studi kasus pada beberapa manusia. Alasan utama cinta itu harus disembunyikan adalah, dia tak ingin ada orang yang terluka karena cintanya. Terlebih orang yang dicintainya. Alasan utama ini jelas berkaitan dengan alasan-alasan lain yang, perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Maksudnya, alasan turunan satu orang dengan orang lain bisa jadi berbeda, tapi alasan utamanya bisa jadi sama.
Jadi bagaimana cara mengetahuinya?
Sabar. Aku menjelaskan alasan karena alasan itu berkaitan dengan cara mengetahuinya. Karena tidak ingin ada orang terluka, maka dia akan menyimpan rapat-rapat cinta itu agar tak seorang pun bisa tahu. Kalau begitu tidak ada cara lain untuk mengetahui kebesaran cintanya selain, ada keadaan yang menyakiti dia. Jika dia masih tetap tersenyum meski hatinya hancur, dia masih bersikap baik meski dalam hatinya babak belur, dia masih bilang ‘baik-baik saja’ meski kamu tahu semua sudah lebur; disanalah muncul ‘kebesaran cinta’.
Besarnya rasa cinta itu membuat dia tidak menginginkan apa pun, selain senyum bahagia dari orang  yang dicinta. Besarnya rasa cinta itu juga yang membuat dia hanya menghalalkan dirinya untuk disakiti, bukan orang lain apalagi orang yang dia cinta. Bahkan tak peduli jika dia harus dibenci semua orang, karena memang semua orang tak mampu memahami apa yang dia rasakan.
Berarti aku harus menyakiti dia dulu agar aku tahu kebesaran cintanya? Kejam! Ogah, ah!
Kenapa? Kamu takut dia akan meninggalkanmu dan akan mencari penggantimu? Berarti sudah bisa dipastikan kalau rasa cintanya hanya seujung jari saja.
Tidak. Aku tidak takut dia akan mencari penggantiku, tapi aku takut dia meninggalkanku karena menuruti kata-kataku. Suatu hari nanti dia bisa balas dendam dan membuktikan kalau, setelah dia pergi dariku justru seluruh dunia memihak kepadanya. Atau dia akan bilang kalau kehancuran hidupnya itu terjadi karena aku.
Hahaha.. Jangan salah paham, kawan. Cinta yang besar akan terlihat dengan sendirinya ketika dia dihadapkan dengan keadaan yang menyakitkan. Dia tidak dipaksa muncul atau dibuat-buat agar muncul. Tapi ketika keadaan yang menyakitkan dengan pilihan serba menyakitkan itu muncul, cinta akan menunjukkan kebesarannya. Cinta yang besar akan mengambil keputusan paling baik untuk orang yang dicintainya, meski dia harus mengorbankan diri sendiri.
Sayangnya tidak ada yang tahu nasib seseorang. Tuhan hanya menjanjikan ‘lelaki baik untuk wanita baik, begitu pun sebaliknya’. Dan cinta yang besar hanya dimiliki oleh orang yang baik. Maka sesakit apa pun cinta itu, pada akhirnya dia akan bahagia, entah bersama orang yang dia cinta dan mencintainya atau orang lain yang tidak dia cinta tapi mencintainya -dengan kebesaran hati.
Yang jelas, ketika dia berusaha untuk tidak menyakiti siapa pun, Tuhan yang akan membalas dengan cinta dan kasih sayang yang tak terhingga besarnya. Hanya saja, tidak ada kepastian kapan balasan itu tiba: kalau tidak di dunia ya di akhirat.
Lalu bagaimana dengan cinta yang besar dan ditunjukkan?
Beruntunglah orang-orang yang demikian, karena berarti memang tidak ada alasan untuk menyembunyikan. Tidak untuk alasan utama, tidak juga turunan. Atau bisa jadi sebenarnya ada alasan tapi mereka mampu menyingkirkan. Hanya perlu diingat kalau tidak ada cinta yang lepas dari ujian. Tinggal bagaimana keduanya menemukan cara terbaik untuk menyelesaikan.
Hmm..
Semakin besar mahkota, semakin berat kita memakainya. Begitu pun semakin besar rasa cinta, semakin berat kita menempuh perjalanannya.

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Kolong Langit

Read Next

Ikhlas, Ruh Setiap Amal

Facebook Comments

Disqus Comments

damae