Jurnalistik D, Terus???!!!

width=419Auaaaghh            Serasa berat hendak berganti baju dan bersiap berangkat. Bukan karena mengayunkan kaki kanan diganti kaki kiri itu susah, tapi kisaran jam 1 siang diatas pembaringan yang empuk (lagi nyaman) rasanya sangat sayang kalau harus bangkit. Hihihi..      🙂

Terlebih, sengatan mentari yang membuntuti sepanjang jalan tempat kost hingga lokasi acara, Ayam Hesti di bilangan Cibiru-Bandung, cukup membuat wajah memerah bahkan berbelang kecoklatan. Tak heran jika saya malas keluar.

Tapi, binar wajah kawan-kawan yang tak sabar menanti kemeriahan acara Ngariung Bareng Jurnal D seakan memanggil-manggil untuk lekas berkemas. Juga tentunya tak sabar untuk menikmati racikan sambal Ayam Hesti saat sesi makan-makan , :p

Baiklah, segera tancap gas, cuci muka, ganti baju, kunci pintu, dan berangkaaaat!

Lagu Kebangsaan Jurnal D ala Omon, Membuka Acara

Sedikit terlambat, hehehe.. Sudah biasa, kalau tepat waktu ya bukan Damae namanya. Saat hendak naik ke tangga lantai dua, sederet pasang sepatu warga jurnal D lainnya sudah bertumpuk tak rapi di depannya. Sound gitar dan khas suara Omon pun sudah terdengar, pertanda acara yang direncanakan serba dadakan ini sudah dimulai.

Benar saja, didampingi salah satu mahasiswi jurnal D yang sudah merambah dunia Script Writer KitaTV.com, Senja Khoirunnisa, Omon sedang asyik menyanyikan lagu kebangsaan jurnal D Ya Ya Ya ciptaannya. Diikuti oleh seluruh warga jurnal D yang duduk manis melingkar di ruang makan lesehan yang lebih mirip kelas ini, Omon tampak lihai memainkan gitar dan memancing gelak tawa dengan lirik lagu yang memang gokil abis. Tak terkecuali saya yang masih ikut antre di pintu masuk, sembari diberi marchandise: pin dan diary mini jurnal D, turut melepas gelak tawa yang benar-benar tak kuasa tertahan.

Beruntung, dinyanyikannya lagu itu bersama-sama ternyata sebagai pembuka acara, artinya saya belum terlalu terlambat :). Dilanjutkan dengan prakata kosma (komisaris      mahasiswa yang lebih sering diplesetkan: korban suruhan mahasiswa) dan wakosma (wakil kosma) jurnal D, sementara para fotografer amatir (tanpa upah sepeser pun) sibuk mendokumentasikan setiap derap acara sejak baru satu dua kepala yang masuk ruangan. Ekspresi bibir maju, mata merem, jemari sibuk dengan mobile phone, wajah tersenyum, tertawa, gerombolan kaki , wajah serius mengisi diary mini, gerakan tangan saat berbicara, kehebohan acara demi acara, hingga jepretan terakhir sebelum semua berpisah, tak satu pun luput dari jepretan.

Sharing Hingga Dancing, 100% Seru!

Namanya Ngariung, kurang afdhol rasanya jika tak ada sepetik manfaat yang membekas. Karenanya, tak tertinggal sesi sharing together di sela-sela performance para pengisi hiburan. Selain dengan catatan yang ditulis dalam diary mini tadi, setiap mahasiswa juga berkesempatan maju untuk menyampaikan kesan dan pesan selama satu tahun hidup bersama dalam keberagaman, keunikan, dan kekeluargaan jurnal D 2011. Tak hanya curcol, mengungkap kekurangan dan kelebihan jurnal D, berbagi pengalaman paling berkesan, hingga permohonan maaf dan ucapan terima kasih dari lubuk hati terucap semua dalam sesi ini. Cara menentukan giliran maju pun terbilang unik, yakni dengan membagikan sedotan minuman yang berisi kertas di dalamnya. Siapa yang memperoleh tanda kertas tersebut, dialah yang mendapat giliran lebih awal. Tentu saja gilirannya dipasang-pasangkan, satu mahasiswi dan satu mahasiswa untuk setiap putarannya (kecuali Syahda dg Rifki, dan Epul dg Ipong). Benar-benar ungkapan suara hati, teman.

Untuk mengantisipasi rasa jenuh, sharing ini diselingi goyangan dangdut Si Uwa (Sista-red) dengan ABG Tua-nya. Beberapa mahasiswa iseng mengeluarkan lembaran ribuan dan ikut bergoyang, potret ini seolah selalu ada dalam setiap acara hiburan jurnal. Aha! Ada games seru juga, kawan. Tim kreativ yang dimotori oleh Bang Sani dan Chilo (Shiro-red), menantang dua grup yang terdiri dari 5 mahasiswi dan 5 mahasiswa untuk menghabiskan satu botol minuman masing-masing dengan beberapa sedotan yang saling berhubungan. Tentu saja, grup cowok yang menang, karena selain badan mereka lebih besar, triknya lebih jitu, agaknya hasrat haus mereka juga lebih dalam daripada para cewek, 😀

Oya, satu hiburan yang benar-benar baru. Ialah aksi dancing Windi vs Jube dengan perpaduan musik beat, dangdut, dan romantic-melancolic secara bertahap. Tampak sangat lihai dan memukau, agaknya mereka sudah berlatih matang untuk mempersiapkan penampilan ini (sayang, tidak sempat wawancara dulu dengan keduanya, 🙂 ). Bahkan segenap audince pun harus mundur dari posisi duduknya agar mereka leluasa bergerak, hingga memberikan standing applause untuk dance yang      kreativ dari keduanya.

Ronde Terakhir, Saatnya Makaaan!

width=359Tibalah saatnya menyantap hidangan lezat khas Ayam Hesti sebelum acara selesai. Satu per satu mengambil satu piring makan berisi satu bungkus nasi, satu paha yam serundeng, lalaban, plus sambal, dengan antrean yang tertib. Tidak lupa untuk cuci tangan, teman. Para gadis duduk meng-oval (karena tak tampak melingkar) di ruangan tersebut, sementara para pria mengelilingi meja lesehan persis di depan ruang itu. Nikmat dan membahagiakan. Bukan hanya makanannya yang lezat, tapi indahnya kebersamaan ini juga memberi nilai plus tersendiri yang pasti akan masuk kategori ‘unforgattable moment’. Kalau tidak salah, jurnal makan bersama seperti ini saat melakukan penelitian ke Kampung Naga, Tasikmalaya, semester lalu. Pantas saja jika saya merindukan saat-saat seperti ini. Saat dimana semua duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.

Setelah semua kembali cuci tangan dan merapikan bekas makan masing-masing, acara pun diakhiri dengan do’a bersama, foto bersama, bersalam-salam dan berpelukan, serta menyatukan tangan dengan teriakan Jurnal D, TERUS? sebagai jargon baru keberlanjutan riwayat jurnal D di semster berikutnya. Keberlanjutan kekompakan, kreativitas, semangat, dan segenap motivasi untuk menggapai masing-masing mimpi, tanpa melupakan kesatuan dan persatuan serta kekeluargaan jurnal D yang telah terbangun. Inilah bukti kebulatan tekad untuk menuju Jurnalistik yang jauh-jauh-bahkan sangat jauh lebih baik dari angkatan sebelumnya. Semoga.

Hari dilaksanakannya acara Ngariung Bareng Jurnal D ini juga dikukuhkan sebagai Hari Jadi Jurnal D yang pertama, Jum’at, 8 Juni 2012. Mengingat kelas Jurnal D adalah kelas pertama sepanjang sejarah berdirinya jurusan Jurnalistik UIN Bandung. Ya, dulu maksimal hanya 3 kelas, yakni sampai kelas C. Disepakati pula bahwa setiap tanggal 8 Juni, Jurnal D akan kembali mengadakan acara serupa untuk memperingatinya. Sungguh, ini baru gebrakan sejarah!

Benar-benar moment yang tak terlupakan, kawan. Persis seperti lagu penutup ala Project Pop yang dinyanyikan bersama sebelum semua berpisah, kembali ke kampung halaman, dan menikmati masa liburan 3 bulan ke depan. Inilah lagu pengingat sejarah Jurnal D, lagu kebersamaan dan bukti loyalitas serta solideritas bersama dalam membangun dan membesarkan Jurnalistik D.

width=598

Ingatlah Hari Ini

Kawan dengarlah yang akan aku katakan

Tentang dirimu setelah selama ini

Ternyata kepalamu akan selalu botak

Kamu kayak gorilla

Cobalah kamu ngaca tu bibir balapan

Daripada gigi lu kayak kelinci

Yang ini udah gendut, suka marah-marah

Kau cacing kepanasan

Tapi aku tak peduli

Kau slalu di hati

Reff.

Kamu sangat berarti, istimewa di hati

Slamanya rasa ini

Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing

Ingatlah hari ini

Ketika kesepian menyerang diriku

Gak enak badan resah tak menentu

Ku tahu satu cara sembuhkan diriku

Ingat teman-temanku

Don’t you worry just be happy

Temanmu disini

    (Don’t you get sad don’t be angry, mending happy-happy)

Inilah warna-warni jurnal D yang sangat berharga. Mari kita jaga aset keberagaman ini untuk saling melengkapi. Saya yakin, jika kedewasaan bersama bisa saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, menjadikannya bahan pelengkap untuk setiap derap langkah jurnal D, niscaya indahnya pelangi itu tak ada apa-apanya dibanding keindahan kelas Jurnalistik D. Semoga. 🙂

JURNALISTIK D, TERUS???!!!

Galeri selangkapnya silahkan klik disini

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Suara Hati Seorang Kekasih

Read Next

PUISI

Facebook Comments

Disqus Comments

damae