Jujur

jujur
Inspiring Wall by Damae, edisi 6 Juni 2014

Hai, Angin! Sehat?
Ahai.. Hallo, sista! o’rait.. It’s great! You?
Excellent!
Wuaa.. Roman-romannya lagi bahagia ini. Ada kisah apa, honey?
“Ketika tidak bisa jujur pada dirimu sendiri, maka sakitlah jawabannya”, masih ingat itu, Angin?
“Ketika tidak bisa jujur pada dirimu sendiri, maka sakitlah jawabannya…”, hmm….
Hari ini aku sudah bisa jujur pada diriku sendiri, dan pada orang lain. Itulah kisah yang membuat wajahku tersenyum dari hati, hari ini.
Benarkah?
Iya.
Boleh kutebak?
Tanpa ditebak pun kamu sudah tahu.
Aha, benar. Ini kisah tentang tolak-belakang itu kan?
Hmm.. Adakah kisah lain yang kau tahu selain itu?
Tidak. Hanya tuluslah yang kutahu. Tulus untuk membahagiakan orang meski berpura mencintai. Sambil terus menahan sakitnya rahasia “cinta tak sampai” yang, justru menyakiti orang tercintamu.
Dan hari ini, semua itu sudah berlalu. Esok kita akan mulai dengan kisah lain. Kisah yang mungkin akan lebih pahit dari hari ini.
Tapi bukankah sakit tidak bisa disembuhkan tanpa obat yang pahit?
Benar, Angin.
Aku turut lega. Biarlah “cinta menjadi” yang tidak dikurung oleh keinginan untuk memiliki itu tetap abadi di tempatnya. Biarlah “cinta memiliki” yang mengharuskan keduanya bersatu dalam “maghligai” itu tetap hidup sebagaimana mestinya. Tapi aku percaya, keputusanmu hari ini tidak lebih dari jalan untuk berdamai dengan hati, untuk jujur pada dirimu sendiri.
Iya. Berbohong demi membahagiakan orang, memang dosa terbesar yang akhirnya menyakiti diriku dan orang lain. Tapi itu satu-satunya cara agar janjiku terlaksana, janji untuk membahagiakan orang yang pernah membuatku mengerti arti kehidupan. Sayangnya setelah semua usai, aku justru kehilangan segalanya. Mungkin ini hukuman yang bukan layak lagi, tapi memang harus aku tanggung. Dan, sepenuhnya aku ingin kuat memikulnya.
Barangkali lebih tepat disebut konsekuensi (daripada hukuman). Anggap saja kamu sedang naik tangga. Letih dan membuat sesak napas, memang. Tapi indahnya lukisan langit menantimu di puncak sana. Yakinlah keindahan itu akan menghapus semua letihmu, bahkan menggantinya dengan hal yang hanya bisa dimiliki oleh orang terkaya di dunia.
Apa itu?
Orang terkaya adalah orang yang mampu memiliki “sesuatu yang tidak bisa ditukar dengan seluruh kekayaannya”.
Tidak bisa ditukar dengan seluruh kekayaannya?
Iya. Itulah “bahagia”.
Hmm.. Baiklah. Mari, lanjutkan langkah.
Oya, sebelum kita melanjutkan langkah, ingatlah satu hal.
Apa, Angin?
Cinta sejati tidak akan pernah berakhir, bahkan meski hidup kita akan berakhir.
Maksudnya?
Selama kita hidup, cinta adalah kehidupan itu sendiri. Kita menapaki perjalanan masa lalu, saat ini, dan masa depan sejatinya karena cinta. Barangkali itulah mengapa pengorbanan dan keindahan tidak akan lepas dari cinta. Dan kita, tidak bisa memilih salah satu. Keduanya berkawin dan menyatu.
Benar. Barangkali itu juga yang membuat kematian tidak memisahkan cinta. Melainkan menyatukannya dengan pemilik Cinta Sejati, yang benar-benar Maha Sejati.
🙂 🙂 🙂 (saling tersenyum)
Baiklah. Mari kita lanjutkan langkah. Hati ini sudah tahu kemana harus berlabuh. Jadi, apa yang akan terjadi hari ini, jalani saja. 🙂

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Kopi & Kursi

Read Next

Satu Titik

Facebook Comments

Disqus Comments

damae