Ijinkan Aku Membencimu

Getir,

Senyum beku itu terus bergulir

Acuh

Damainya hati kian merapuh

 

Kau sadar

Aku bukan pilihan

Kau tahu

Aku bukan maumu

Kau mengerti

Aku bukan mainan hati

Mengapa jeratmu kian menguat?

Mengapa resahmu padaku kian berat?

Mengapa sayang itu kian amat?

 

Sakiiit..

Dengarkah kau jerit itu?

 

Sungguh, lubuk hatiku bersua

Sayangku, ijinkan aku membencimu

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*