Hujan Menyala

Kubaca hatimu dari sebalik embun jendela

Redup,

Hatiku tertinggal pada hujan kemarin

Sekira begitu bisik hatimu

Tak banyak sahutku

Tak lebih dari senyum

Senyum hujan yang telah meresap

Mengalir hingga ujung samudra

Lalu menguap, menggumpal di awan

Tersapu angin dan kembali jatuh

Menjadi hujan

Bagian mana yang tertinggal?, kubalik bertanya

Bukankah siklus hidrology membuat hujan terus jatuh?

Seperti hatimu yang terus menyala, disini

Di hujan kemarin, esok, hingga…

Waktu tak mampu lagi menerka

 

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*