Garut, Pilihan Tepat Wisata Air nan Romantis

Bahkan ikan teri pun tahu,
Aku benar mencintaimu

(Garut, 2012)

Jangankan menyatu denganmu, menyentuhmu saja sekujur tubuhku menolak. Jantungku berdegub kencang saat perlahan lembutmu mengurai salam, tanda perkenalan. Panik, takut, seakan dirimu bukan makhluk sepertiku. Aku terhenyak. Berkali-kali dadaku sesak, jika kau dan sekumpulan rakyatmu mengepung paruku. Terlebih saat hidung dan mulut dipenuhi jiwamu, aku pasrah. Aku menyerah. Hendak kau apakan aku, terserahlah.

Agaknya, alam berkata lain. Pangeran tak berkuda dikirimnya untuk menaklukanmu. Dengan gagah dan tabah, ia membalikkan ketakutan menjadi bulir keberanian. Ia berbisik kedamaian dan menuntunku mengaku: ini habitatku. Hingga kepasrahan itu berpindah padamu. Bahkan kau tak berkutik saat kaki dan tanganku justru menjajahmu. Ya, kini aku bisa menari bersamamu, air.

***

Sedikit mencoba meresapi keindahan Sang Pencipta di tempat wisata ranah Sunda.     width=300 Di sini, saya menghabiskan waktu bermain kecipak air panas alami dengan sekumpulan wahana yang banyak sekali. Sembari membayangkan bermesra dengan sang kekasih, mendayu perahu dan sepeda dayung: Ikan, Bebek, Pinguin, serta Kuda Laut di Venesia, sebuah kota air di Itali. Saya juga bisa bermanja sejuknya udara pegunungan yang mengelilingi kawasan ini.
Penasaran tempatnya? Pastinya bukan di kota air Venesia Itali. Kejauhan sobat. Yang dekat tak kalah asyiknya kok. Ya, dimana lagi kalau bukan di kota yang terkenal makanan khas            œDodol            nya: Garut, Jawa Barat.

Rute

Jenuh dengan hiruk pikuk Kota Kembang yang semakin pudar kesejukannya, saya iseng berpetualang. Kali ini, Taman Air di bilangan Cipanas, Garut menjadi tujuan. Hampir semua nama tempatnya berakhiran Alam kecuali Danau Dariza: Sabda Alam, Surya Alam, Tirta Alam, dan Alam-Alam lain yang lokasinya saling berdekatan. Rute yang ditempuh tidak terlalu sulit, sahabat.
Jika sahabat dari Jakarta atau Bandung, naik bus jurusan Garut, turun di pertigaan Tarogong. Dari pertigaan Tarogong, butuh waktu sekitar 10 menit menempuh 3 KM perjalanan. Alternatif transportasi yang bisa digunakan: angkot 04 warna coklat 2 ribu/orang, andong, 10 ribu/orang, ojek, 6 ribu/orang
Selanjutnya bilang ke supir, tempat wisata air mana yang ingin disambangi: Sabda Alam, Tirta Alam, Surya Alam, Danau Dariza, dll. Mudah bukan?

Sabda Alam, Komplit!

width=300Pertama mendarat, saya mencicipi Taman Air Sabda Alam di Jl. Raya Cipanas No. 3 Garut. Tempat wisata air ini terbilang paling masyhur, karena wahana yang tersedia sangat lengkap: Nampan Tumpah, Sliderboom, Waterboom, Kolam Arus, Sasak Rawayan, Flying Fox, dan wahana Outbond. Area parkir yang luas, kolam renang air panas alami dengan berbagai kedalaman, kawasan yang terjaga kebersihannya, serta diperkenankan membawa makanan dari luar, agaknya menjadi daya tarik plus untuk memasukinya. Meski harga tiket lebih mahal dari taman air lain, Sabda Alam tak pernah sepi pengunjung. Terbukti dengan omzet 500-1000 tiket setiap harinya. Tak hanya ramai dikunjungi wisatawan domestik, Sabda Alam juga kerap disinggahi turis asing seperti Inggris, Belanda, Australia, dan Amerika.

Dari pintu masuk, loket yang saya temui pertama adalah Kolam Renang air panas alami. Tiket bisa dibeli dengan harga 15 ribu rupiah saja. Harga ini lebih murah dari tiket Taman Air yang loketnya berada di depan area parkir. Senin-Jumat tiket dijual seharga 30 ribu/orang, sedang untuk Sabtu-Minggu dan Hari Libur seharga 40 ribu/orang. Jika sahabat hanya ingin berenang, lebih hemat membeli tiket Kolam Renang. Tapi bila bersama keluarga, terlebih membawa anak-anak, akan asyik jika memilih tiket Taman Air yang lengkap wahananya.

Sabda Alam juga menyediakan hotel dengan desain bangunan yang unik. Menurut keterangan, harga hotel termurah dengan jenis Meriah adalah 462 ribu. Disusul jenis Indah; 522 ribu, Anggun Baru; 990 ribu, Asri; 1 juta 730 ribu, Suite Asri; 2 juta 340 ribu, dan paling mahal jenis Suite Anggun; 3 juta.
Harga tersebut sudah termasuk pajak dan fasilitas: sarapan untuk 2 orang, masuk kolam renang/waterboom, fishing pool, waterpark, recreation park, parking area, TV satelite, Free Hot Spot. Tersedia pula restoran dengan berbagai jenis makanan Indonesia, Cina dan Eropa. Fasilitas untuk karaoke juga ada, terutama saat weekend.

Danau Dariza, Romantis!

width=300Belum puas dengan kekomplitan wahana di Sabda Alam? Yuk, kita coba tempat wisata di seberang jalan Sabda Alam yang mirip dengan Kota Air di Itali, Venesia. Ya, Danau Dariza namanya. Meski tak selengkap Sabda Alam, Danau Dariza memiliki kekhasan desain bangunan adat Padang yang selalu memaksa mata melirik saat lewat di depannya. Harga tiket yang jauh lebih murah: 18 ribu untuk dewasa dan 15 ribu untuk anak-anak, kolam renang yang bersih, danau buatan yang dilengkapi perahu dan mobil air: Ikan, Bebek, Pinguin, Kuda Laut, plus pemandangan yang eksotis, agaknya cukup membuat kaki mungil ini enggan beranjak jika sudah memasukinya.

Lokasi danau dan kolam renang dipisahkan pagar tinggi. Untuk mencapainya, saya harus putar arah melewati dua jembatan yang berada diantara bangunan hotel. Tak sabar ingin mengelilingi danau buatan seluas 4 hektar dengan kedalaman 1-3 meter ini, saya menyewa sepeda dayung berbentuk Pinguin seharga 17 ribu saja. Sembari mereportase, saya menikmati pemandangan yang berlatar lereng bukit di sebalik kawasan ini. Andai saya mendayu bersama kekasih, alangkah romantisnya! (ngarep.com)

Di atas danau Dariza, terbangun hotel berbentuk rumah adat Minang. Terbilang cukup mahal karena fasilitas pun memuaskan: breakfast, TV, Hotspot, masuk ke kolam renang, perahu dan sepeda dayung sekali pakai, flying fox dan taman bermain anak. Harga sewa mulai dari 700 ribu hingga 6 juta per malam. Tempat wisata ini juga menyediakan gedung berlantai 3 khusus untuk ruang meeting, restoran, dan hotel dalam satu bangunan. Biasanya digunakan pejabat pemerintah untuk pertemuan khusus. Ada juga tempat terbuka di tengah danau, sering disewa untuk acara nonton bareng, makan bersama, atau meeting kecil.

Lingkungan Sekitar Tempat Wisata

width=300Untuk backpacker, tak perlu khawatir. Disekitar wisata air ini terdapat banyak penginapan murah, kisaran 150-300 ribu per malam. Ada juga Kolam Renang dengan harga tiket 10 ribu untuk dewasa dan 5 ribu untuk anak-anak, seperti Surya Alam di pertigaan Jl. Raya Cipanas. Warung makan di tepian jalan juga relatif terjangkau, cukup 10-20 ribu saja untuk satu porsi makan. Dijajakan juga aneka oleh-oleh khas Garut, minuman segar serta camilan disekitarnya. Hal ini merupakan peluang menggeser sentra ekonomi pertanian menjadi perdagangan. Meski dengan konsekuensi jalanan sedikit macet, terlebih jika libur sekolah tiba.

Reportase selengkapnya dapat sahabat simak dalam video berikut. Selamat berkunjung!

 

 

 

 

 

 

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

24 Comments

  1. Anak melayu mengail ikan,perhau berlabuh di tebgah danau
    Tulisan Damai sae pisan,smga bisa jadi yg nmr satu 🙂
    Neneknya ica bermain kapur,kapurnya di beli di situ cilenca
    Smga jalan jalanya jadi tafakur,menmbah dekat dengan DiriNya 🙂
    Oh iya satu lagi ya.. jalan jalan ke kota garut,tidaklah lengkap tak ke pantai cicalobak…kalau nanti main kembali ke garut agar afdol singgah we ke pantai cicalobak…he..he

  2. wow mantap Q bangga punya temen kayak damai, sayangnya Q orang komunikasi dan penyiaran blum bisa kayak damai…
    semua ini merupakan inspirasi saya untuk selalu mengobservasi terus dalam meningkatkan skill Q…

  3. Wah Ternyata penyiar radio bisa jadi presenter tv,penuh tantangan yah ternyata kebiasaan yang dulu takut air(dingin),sekarang mau gak mau harus berenang dengan air,syukur gaya batu yg dulu sering dilakukan ga dilakukan saat renang kemarin yah asik – asik,ajibbbb pokoknya salam Damae buat wardani ,tetap semangat menjadi bintang di langit…..

  4. waaah!!!serruuuu sekali mba!!!
    hemmmm….. tapi sayang aku ngga diajak sih!heheee
    tapi nih jd motivasi wat q,,,
    semua yang pernah dikunjungi ,bisa juga saya dokumentasi atau berbg crta!!!

  5. Pemaparannya membawakan melodi keindahan tersendiri dalam lubuk hati. Tak kuasa rasanya mencegah langkah kaki beranjak ke tempat yang dimaksud.
    Ahhh…
    Dengan bahasa yang renyah, simple, dan bersahabat, Teh Damae berhasil menanamkan satu rasa Mencoba berkunjung kesana.
    Nice Post.
    Sincerely.
    MRC

  6. Tulisan yang renyah: enak dibaca, dan mudah dicerna. Bukan hanya informatif, juga sangat persuasif. Aha…yang baca pasti penasaran untuk berkunjung deh. Damae sukses yah!

    1. waaaah seruuuu tuch pasti..
      garut gitu lho.hehehe (kaya garut milik diriku sendiri saja).
      lain kali kalau ke garut mampir k rumah daku ya teh damae…

  7. nice ,keep at the good work sist 😀 cuma td d liputan yg d sabda alam ada yg salah ..anak kecil yg berat nya 80brapa sentimeter gt.. berat ko sentimeter .wkwkw tp kereeennn XD

    1. hahahah.. namanya juga amatir, neng. maklum, ga ada sutradara yang mengarahkan. semua serba instan dan peralatan seadanya.
      makasih atas kunjungannya ya.

  8. Mantap laporannya neng.Bisa dibayar mahal nih sama pemilik leisure place..whynot?Ada koq berprofesi penguji hotel dan penguji kasur dgn penghasilan tinggi.Go ahead menjadi acuan terdepan dlm hal tempat wisata. asal menjaga independen dan profesional dlm melaporkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*