Dua Mawar

Ingat dua mawar beda warna yang pernah kau pesani?
“Jika si putih layu sebelum kau sampai rumahmu, mungkin perjumpaan kita pun begitu”.

Dan, si merahlah yang tetap tegar menguar aroma.
Si putih?
Persis ramalanmu: satu per satu helainya berguguran.
Sepanjang jalan.

Persis kisah kita,
Lembar demi lembarnya tertepis waktu di ujung senja
Menyisa sesak yang tak pernah bisa dibantu tabung oksigen
Karena yang kita butuh hanya sebutir ikhlas
Saling melepas.

Ah, agaknya bukan kita.
Tapi aku.
Aku yang harus melepas.
Toh, sejak pertama kukenali auramu, aku memang orang lain.

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*