Diminta dan Dicancel Dadakan itu Nyebelin!

Jujur saja, sepekan ini aku agak kesal dengan ulah beberapa kawan. Berturut-turut ada kawan yang minta bantuan, ku-iya-kan, tapi mendadak cancel tanpa ada penjelasan. Bukan ingin dihormati apalagi dinomorsatukan, tapi ini soal rasa. Ngenes dan kesel kan kalau kamu yang digituin?
Kamis lalu aku diminta ngemoderatori acara untuk hari Selasa. Jeda 4 hari dari request. Oke, aku sanggupin. Ditunggu-tunggu sampai hari Minggu belum ada kejelasan soal jobdesk-ku serta konsep acaranya. Kukontak panitia dari Minggu pagi, baru ada jawaban Senin siang. Dan, kata panitia: Maaf, Damae, moderator sudah ada orang lain.
Nah, loh! Terus ngapain pas hari Kamis memohon-mohon ke aku? PHP (Pemberi Harapan Palsu) aja nih! Aku bukannya nafsu jadi moderator. Malah kalau bukan karena kawan yang minta, aku bisa menolak langsung saat diminta. Cuma, mbok yo ada unggah-ungguh gitu lho… Segala sesuatu kan nggak bisa sesuka hati, bro.
Aku udah kasih waktu, siap siaga buat ngebantu acaramu, kok kamu tiba-tiba ngancel. Itu pun aku yang tanya duluan. Coba kalau di hari Selasa aku ujug-ujug dateng ke tempat acara, ternyata peranku digantikan orang lain. Haduuh.. Mau ditaruh dimana mukaku?
Hari berikutnya.
Ada kawan call minta bantuan soal kepenulisan. Merengek minta ketemu dan diajari langsung. Awalnya kucuekin. Lama-lama dia sms terus. Ya sudah, kubalas dan lagi-lagi ku-iya-kan. Kami janjian mau ketemu di tempat anu, jam segitu. Fix.
Eee.. Lha kok kurang 2 jam lagi, dia tiba-tiba call dan bilang nggak bisa dateng! Nyesek nggak tuh? Untung aja aku belum siap-siap. Coba kalau sudah di jalan atau sudah di lokasi, kan krik..krik..kri..K. Nggak lucu banget gitu loh!
Hari berikutnya lagi.
Ada wartwan dari media kampus yang mau wawancara. Soal sesuatu. Sehari kemudian baru kubalas smsnya. Tadinya ogah ngrespon, tapi dengan berat hati akhirnya kujawab. “Oke, hari anu jam sekian, di sana”. Beres. Dia setuju.
Lagi-lagi, sob, kurang 1 jam dari jadwal ketemuan, dia sms dan bilang nggak bisa dateng. Lebih parahnya minta wawancara by sms. Haduuuh… wartawan opo iki! Belum kubalas dan nggak nafsu buat balas smsnya sama sekali. Kesel, sob!
Beberapa hari ke belakang.
Sama. Malah lebih parah. Dia sudah merintih, merayu, mengiming-iming, ampe memohon-mohon minta ketemu buat ngobrolin sesuatu. Tapi sampai telat 2 jam, belum juga datang! Huhf… aku ini dianggap apa sama manusia-manusia macam itu?
Okelah aku bukan artis. Bukan selebritis. Bukan orang terkenal. Bukan orang terpelajar. Bukan orang hebat. Tapi plis deh. Ketika kamu minta tolong, minta waktu, minta ketemu, dan aku sudah bersedia, jangan ngancel seenaknya dong!
Kalau kamu yang digituin, mau nggak? Nah! Sama! Aku juga nggak mau!
Atau jangan-jangan, dulu aku pernah bersikap sama. Pernah mengecewakan orang tapi aku nggak ngrasa. Jangan-jangan ini balasannya. Jangan-jangan ini pun belum setara sama kesalahanku yang dulu….
Astaghfirullah….

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Sahabat-Sahabatku

Read Next

Banjir Luka

Facebook Comments

Disqus Comments

damae