Diary Manusia

Aku minta maaf, Angin….
Maaf?
Malam ini semua diary manusia mencapai halaman terakhir. Aku ingin menutupnya dengan hati yang damai. Semoga Angin sudi memaafkan kelakuanku yang kurang berkenan  padamu selama ini.
Diary?
Kau tidak tahu?
Tidak, diary apa yang kau maksud?
Diary yang berisi semua catatan perbuatan manusia selama satu tahun terakhir. Esok manusia akan mulai mengisi lembaran baru, di buku baru, dengan perbuatan baru.
Apa hubungannya dengan hati yang damai?
Kalau masih ada kesalahanku yang belum termaafkan oleh siapa pun, aku merasa lembar terakhirku malam ini tidak baik. Bisa saja ketidakbaikan itu pula yang menjadi catatan pembuka dalam diary baru. Apa kamu ingin melihatku memulai buku baru dengan noda yang sama?
Tidak.
Nah!
Apa hanya manusia? Bagaimana denganku?
Maksudmu, diary Angin?
Heu’eum!
Hm.. Entahlah. Aku belum pernah mendengar tentang itu. Dulu guruku hanya mengajarkan tutup buku manusia.
Oo.. Begitu.
Haruskah aku cari tahu?
Tidak, tidak. Biar Angin cari tahu sendiri.
Eum.. Aku jadi penasaran, kalau benar ada diary Angin, apa hukuman yang akan diterima Angin atas perbuatan buruknya?
Perbuatan buruk?
Iya.. Bukankah Angin pernah meluluh-lantahkan banyak kota? Pun begitu banyak korban tewas dan terenggut masa depannya?
Apa itu kesalahan Angin?
Entahlah.. Hmm.. Sepertinya, itu Kuasa-Nya.
Nah!
Kalau begitu, apa diary Angin masih diperlukan?
#mikir
Tapi diperlukan atau tidak diarymu itu, kamu tidak punya salah selama bersahabat denganku. Sama seperti pembaca setia Ruang Sederhana. Semoga kedamaian selalu menyelimuti hati mereka.
 

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

(Ir)Rasional

Read Next

Rumah Masa Depan

Facebook Comments

Disqus Comments

damae