Damai itu Menyakitkan

Soda dalam gelas kaca itu muntah
Menguar haru biru yang memabukkan

Entah berapa masa berlalu,
Kesakitan terkurung dalam lapisan bening yang tak tembus pandang.
Pekat dan cepat alirannya merembesi hati
Basah.
Banjirnya di mata.

Ia tahu ini akan terjadi,
Bahkan di masa-masa nanti

Tapi biarlah ia memilih: tumpah atau memecah (gelas)
Biar ia rasa, damai dalam pusara kaca itu bukan tempat soda
Meski jauh di dasar asa dia selalu meronta
“Damai itu …
menyakitkan”.

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*