1. Home
  2. Puisi

Kategori: Puisi

Puisi
Wristi

Wristi

Kalisaja, di sela kuku kokohmu yang tak terawat puluhan minggu Atau di bidik bola mata yang kerlingnya menyumbat tanda tanya Bisa juga dilipat selilit yang mengait diantara celah gigimu Jangan-jangan, kau simpan di bawah telapak…

Puisi
Asmara Di dan Dhra

Asmara Di dan Dhra

Tuntas sudah perkawinan Di dan Dhra, bisik Lotus pada Senia. Justru baru bermula, sahut Senia. Akhir kobaran Dhra berpagut lelehan tiap lekuk Di, ialah akhir yang bermula. Jika Di masih menyungging senyum lubuk hati saat…

Puisi
Bangunkan Aku

Bangunkan Aku

Bangunkan aku ketika hujan reda. Bangunkan aku ketika gerimis tidak lagi membersamai angin dan kabut hitam. Bangunkan aku ketika tanah tak lagi basah. Bangunkan aku ketika genangan air merembas, menyisa seberkas. Bangunkan aku ketika gumpalan…

Puisi
Bukan

Bukan

Bukan saat kamu mau atau kamu bisa Tapi saat aku butuh kamu ada Bukan lembaran merah dan taraf sosialita Tapi sedetik perhatianmu di sela jepitan waktu Bukan ribuan kata cinta yang melambungkan mimpi Tapi sebentuk…

Puisi
Oh

Oh

Oh. Begitu caramu mencintai wanita masa depan? Excellent! Ringan nian kau melambungkanku: aku hanya peduli padamu. Nian gagah kau banting dalam sekejap, dengan keacuhan yang sangat membanggakan. Oh. Cukup tahu kalau kau sebiadab itu.

Puisi
Hilangnya (Pertemuan) Sapaan Singkat

Hilangnya (Pertemuan) Sapaan Singkat

Kali ini memang tak kau tinggal seujung jejak jemari di sini. Garis mata letihmu pun dalam-dalam kau benamkan kala, Aku tulus ingin menyeka. Buru-buru kau putar haluan. “Pertemuan singkat itu menyakitkan”, Katamu berdamai dengan hasrat…

Puisi
Ritual Penyesalan

Ritual Penyesalan

Manusia, seringkali menyalahkan keadaan dan ketidakmampuan sebagai alasan untuk mengesahkan penyesalan. Lalu (dengan wajah tanpa dosa), memohon pada Penulis Skenario agar bisa kembali ke masa itu -untuk memperbaiki apa yang ia sesali. Terutama ketika ia…

Puisi
Sensasi Cappucino dan Kamu (Malam Ini)

Sensasi Cappucino dan Kamu (Malam Ini)

Jadi begini rasanya waktu diperlambat. Sedetik bagai setahun. Sensasi cappucino yang cup pertamanya habis sekali tenggak, mendadak terasa amat mencekat. Padahal, hangat. Setengah cup kedua baru kumasuki beberapa pipa es kecil. Kusebut pipa karena memang…

Puisi
Bapak dan Idul Adha

Bapak dan Idul Adha

Angka 18 di belakang angka 2, terus bertambah. Sudah kucoba memejam mata, tapi gema takbir dari segala arah membuatku tetap terjaga. Fix. Aku bangkit. Allohu Akbar.. Allohu Akbar.. Allohu Akbar. Laailaaha Illalloh Huallo Huakbar.. Allohu…

Puisi
Perjuangan

Perjuangan

Bukankah lelaki yang jatuh cinta seharusnya tidak menyerah untuk mendapatkan wanita yang membuatnya jatuh cinta? Kecuali itu cinta kosong. Salam Damai, ๐Ÿ™‚

Puisi
Hampa Maya

Hampa Maya

Angin, benarkah aku seorang pengecut? Seorang yang membakar lumbung padi demi mencari tikus.ย  Seorang yang berjalan dengan mata kuda. Seorang yang.. egois dengan fantasi, tapi terlalu gegabah untuk melangkah di laring dunia. Ah, tak mungkin…

Puisi
Hilang

Hilang

Kadang, mulut terlalu mudah bilang ‘hilang’ Padahal, ia hanya bersembunyi di balik bilik hati Yang tampak juga bukan berarti ‘nyata’ Karena ronta jiwa bisa diperdaya, Bola mata pun renta realita Persis satu + satu =…

Puisi
Naskah Cinta

Naskah Cinta

Angin, kau percaya cinta bisa membuat mereka bahagia? Tentu. Tidak hanya bahagia, tapi juga sedih, kecewa, derita, sesal, bahkan masa yang mencekam. Untuk bisa disebut cinta, itu semua harus ada. Lalu, bagaimana semua itu akan…

Puisi
Tidak untuk satu hal ini,

Tidak untuk satu hal ini,

Katamu, mampu melakukan apa yang orang bilang ‘mustahil’, justru menjadi hal paling nikmat dalam hidup. Tapi tidak untuk satu hal ini, Angin. Tidak untuk tetap mencintai orang yang terlarang untuk dicinta. Apalagi berharap kesemuan cinta…

Puisi
Alur

Alur

Adakalanya, pernikahan justru menjadi tabir ruang rahasia. Bak sepasang merpati di luar, tapi penuh misteri di dalam. Misteri sepotong hati dan sebongkah kata ‘demi..’, juga perkara buah gono-gini. Dan aku, sungguh tak ingin menjadi bagian…

Puisi
Samudera Kata di Kereta

Samudera Kata di Kereta

Seperti menyingkap tirai langit: menyemai senja, melarik malam, hingga bermanja dengan romansa pagi; lengkap tersaji di kereta ini. Bila kebanyakan penulis memilih kafe bernuansa pitch, ditemani senandung artis manca papan atas. Agaknya seleraku sedikit berbeda.…

Puisi

“Kalau mencegah lebih baik dari mengobati, berarti mencegah jatuh cinta lebih baik dari mengobati sakit hati. Tapi cinta macam apakah yang bisa dicegah?” Salam Damai, ๐Ÿ™‚

Puisi
Menuju The Balinese Harmony

Menuju The Balinese Harmony

Jangan dikira aku seperti petualang yang mencangklong ransel setinggi kepala. Jangan sebut juga aku backpacker yang tahan berjalan puluhan kilometer. Apalagi pelancong bertubuh gempal bak jagoan yang kuat menangkis musuh, sama sekali bukan. Aku juga…

Puisi
Tekad

Tekad

“Di atas pelari memang ada orang terbang. Tapi ingat, di atas orang terbang masih ada orang bertekad. Karena tubuh akan bergerak menuju arah mata melihat, maka lihatlah ke atas jika ingin menyerah!” Salam Damai, ๐Ÿ™‚

Puisi
A Letter to My Friends

A Letter to My Friends

Awalnya kukira takkan bertahan sejauh ini. Aku.. sama sekali tidak berniat membuang semua link pertemanan di dumay. Hanya saja, aku merasa ada sesuatu yang mendorongku. Dorongan yang, saking kuatnya sampai aku tak sempat berpikir jernih…