1. Home
  2. Puisi

Kategori: Puisi

Puisi
Jejak Sesak

Jejak Sesak

Merayapi jejakmu memang menyesaki air mata Bukan karena jejakku tak lagi tertinggal Tapi jejaknya, jejak sosok yang membenciku itu Masih membersamaimu saban tapak Harus bagaimana aku?

Puisi
Hujan Menyala

Hujan Menyala

Kubaca hatimu dari sebalik embun jendela Redup, Hatiku tertinggal pada hujan kemarin Sekira begitu bisik hatimu Tak banyak sahutku Tak lebih dari senyum Senyum hujan yang telah meresap Mengalir hingga ujung samudra Lalu menguap, menggumpal…

Puisi
Peri Keteduhan

Peri Keteduhan

Kecipak mungilmu mencuri naluriku Duhai, Peri Tampan dan memesona   Seraut manis romanmu berkisah Jangan sedih, aku terlahir untuk menjadi pelangimu Tanpa suara   Dan, kuterpaku Tertunduk malu Jemari indahmu menggemulai Mengajakku merabai alam barumu:…

Puisi
Haru

Haru

Haruku membiru Menyulap riak cemburu mengembun Sejuk Menyublim warna hari Menepi emosi Disini, di palung hati Aku katakan semua baik-baik saja

Puisi
Pilu Tulangku

Pilu Tulangku

Inginku pergi darimu, Salju Dari kebekuan yang lelah Menggerogoti pilu tulangku

Puisi
Sama

Sama

Lelah kubilang begini Rautmu tetap sama Belamu tetap sama Dia, Dia yang bermanja di ketiakmu Dia yang Kau puja bak Putri Salju Dan aku, Selamanya tetap sama, Selalu salah Seutuhnya

Puisi
Shine

Shine

Merah, Ronamu hari ini Dan, ku suka  

Puisi
Misteri Puisi

Misteri Puisi

Harus bagaimana lagi logikaku? Ini sudah, itu sudah Semua sudah Harus bagaimana lagi terkaku? Ini sudah, itu sudah Semua sudah Tapi tetap saja buntu Tetap saja bisu Tuhan, misteri puisi macam apa ini?

Puisi
Kau

Kau

Ah, Kau! Lagi-lagi, Kau! Tak bisakah Kau enyah? Sejenak saja Sekejap mata tak apa Sekadar memberiku jeda Barang senapas Ya, cukup senapas Huhf… Sekiraku bisa mengencangkan tali & nyali

Puisi
Puisi Mati

Puisi Mati

Ak tahu Kau benci Sangat benci Bahkan semua hal terkait namaku, hidupku, keberadaanku Semua Kau benci Tapi pernahkah Kau dengar nuraniku? Nurani yang selalu Kau labeli: œBerdusta, nista, dan harusnya tak pernah ada Pernahkah Kau…

Puisi Lelah

Lelah Aku lelah Lelah aku Aku lelah aku Lelah Aku lelah Lelah aku Lelah aku lelah Aku Lelah

Puisi
Dingin itu..

Dingin itu..

Dingin itu.. Saat Kau bergumam Hmm Dingin itu.. Saat Kau mengulum senyum, memaling roman, dan berkedip sesekali Menghempus napas, lalu gelisah Kau menata mimik untuk memulai Memulai rajutan kata yang, Berat dan setengah memaksa  …

Puisi
Cincin Tak Sepasang

Cincin Tak Sepasang

-Aku Hanya Melihatmu- Aku hanya melihatmu, malam ini Tak peduli jari manismu bercincin Persetan dengan calon putraku yang hendak lahir Aku hanya melihatmu, malam ini Tidak jua dia, istriku, baju yang tak pernah membugkus hati…

Puisi
Pulang Bawa Piala

Pulang Bawa Piala

Dalam diam aku resah Tiap  langkah kumendesah Penuh harap Tegap, mantra ini tak henti terucap   Degup hati kian kencang Di nadi dan sekujur aliran darah Tarik keluar napas, berat Bahkan jantung pun bak genderang…

Ingat Itu!

Bolehlah kusebut ini kesal Bahkan bisa jadi ini sial   Huhf Biarkan kumenghela napas, sejenak   Keperingatkan sekali lagi, Ini terakhir kali Sayang itu bukan perkara bibir Bukan kata yang diucap untuk dilupa Tapi bagaimana…

Puisi
Tak ada selainnya

Tak ada selainnya

Jangan tanggalkan rasa Sepenat apa pun Karena aku hadir bukan untuk memaksamu berpaling Dari sederet deadline di meja kerjamu Aku hanya ingin menyeduhkan teh Memijit pundak, dan menemani jemarimu menari Percayalah, Aku hadir hanya untuk…

Puisi
Hentikan!

Hentikan!

Pergilah Jika hadirmu hanya petaka bagiku Pergilah Jika kasihmu memang tak tersisa lagi Pergilah Jika lambaimu hanya menyakiti Pergilah Rajam dunia, hancurkan! Remas ia semaumu!   Tapi tolong, tolonglah.. Hentikan langkahmu ke mimpiku Hentikan semua…

Puisi
Rindu Tersayat

Rindu Tersayat

Ada rindu tersayat malam ini Tersandra kelam langit dan kabut hitam Dia menjerit dibalik jeruji Sekuat jiwa Menopang beratnya asa yang perlahan terbang Bersama rinai hujan nan mencekam   (imaji bukit bintang, 21/2/13)    

Puisi
Bumi Cinta

Bumi Cinta

Mereka memang tak sedarah denganku Pun tak ada tali plasenta terhubung dengan pusar ini Mereka tak ubahnya pegawai bank, supir taxi, atau rekan kantor Boleh kusebut kasar, mereka bukan siapa-siapa   Tapi alam mengirim keadaan…

Puisi
Kau

Kau

Banyak hal kunanti malam ini Selembar naskah drama berfilosofi Mendayu opera fantasi dalam riak mimpi Di sudut nyaliku Menatap gugup, pelangi — Warninya tak biasa, kawan Corak itu berpadu dalam ketidakpahamanku Lebur Perlahan mengusir kabut…