1. Home
  2. Puisi

Kategori: Puisi

Puisi
Obrolan Coklat Panas

Obrolan Coklat Panas

Aku punya coklat yang rasanya sedikit lebih sweet dari coklat di piringmu. Kamu mau? Hi, girl! Kok kamu bisa masuk? Hm. Pintumu terbuka. Oalah. Lupa. Meninggalkan pintu terbuka dan sekarang lagi ngipasin jelly coklat yang…

Puisi
Toples Kaca

Toples Kaca

Semenjak subuh, hujan tibatiba menyelimuti remangnya mentari. Seakan tahu kalau aku butuh backsound sendu dan hanya rintik hujan yang bisa menyempurnakan alunannya. Aku masih menanti Angin di sudut balkon kamar. Dia memintaku membawa toples kaca…

Puisi
Terjebak

Terjebak

Kepulan asapnya mulai membekas di jendela. Kuletakkan secangkir kopi yang pekatnya melebihi langit pagi ini. Hitam, tanpa tambahan gula sedikit pun. Perlahan ku seruput dengan harapan sejumput. Harapan yang diam-diam selalu menyelinap di aliran darahku.…

Puisi
Mungkin Nanti

Mungkin Nanti

Mungkin bukan sekarang, tapi nanti. Saat sisa usianya tak lama lagi. Dia hanya akan meneteskan air mata hingga hilang nyawa. Karena ternyata, seluruh hidupnya sama sekali tak membuat hatinya tenang, apalagi bahagia. Nanti. Saat napasnya…

Puisi
Satu Jam

Satu Jam

Tak pernah ku bisa ketemu kamu lagi Tak pernah ku bisa bersama kamu lagi Kamu hilang begitu saja, tanpa satu kata pun, kamu hilang.. Aku mengingat semua hal tentang kita Aku mengingat semua hal yang…

Kutukan

Anehnya, Tuhan menciptakan hati seolah bersamaan dengan takdir kisahnya sendiri. Ada hati yang hanya cocok untuk hati ini. Banyak hati yang sesaat saja bisa membersamai hati itu. Juga beberapa hati yang mampu bertahan dalam segala…

Puisi
Untuk Dia

Untuk Dia

Di suatu hari tanpa sengaja, kita bertemu Aku yang pernah terluka Kembali mengenal cinta Aku masih tersipu jika mengingat semua perjumpaan kita —yang justru selalu tanpa rencana. Kerlingan mataku lamatlamat menelusuri rambutmu, matamu, hidungmu, jenggot…

Puisi
Tiga Malaikat (2)

Tiga Malaikat (2)

“Panjang nggak apa-apa. Aku mau dengar. Gimana ceritanya?” Kau mengusap keringat di selasela rambut yang sedikit menjuntai ke kening. Seakan sembari menyiapkan hati, untuk tidak menitikkan air mata. Beberapa saat.. terdiam. Sayangnya musik kencang berdebam…

Puisi
Sewu Kuto, Solo

Sewu Kuto, Solo

Sewu kuto uwis tak liwati Sewu ati tak takoni Nanging kabeh podo rangerteni Lungamu ning endi Aku tidak sedang berceloteh tentang kehilangan. Juga tak ingin membahas perihal kerinduan. Tibatiba saja, lidah ini bernyanyi sendiri. “Sewu…

Puisi
Tiga Malaikat (1)

Tiga Malaikat (1)

“Ini kenapa?” tanyaku saat diam-diam memperhatikan punggung telapak tangan kirimu. Persis di tulang jari manis dan jari tengah, kulihat semacam bekas luka. Yang menyimpan cerita. “Dulu pernah jatuh dari motor..” matamu tetiba menerawang jauh. Ah……

Puisi
Eternal

Eternal

“Mbak.. Mbak, bersihin kaca doang kok sampai seharian..”, celetuk tetangga di seberang jalan, membuyarkan lamunan. Iya, ya. Aku sama sekali tak menyadari kalau.. Sekitar jam 10 pagi tadi aku sudah berdiri di depan kaca ini,…

Puisi
Ritual Pelukan 13 Detik

Ritual Pelukan 13 Detik

Kami menyebutnya “Ritual Pelukan 13 Detik”. Hanya berpelukan. Selama 13 detik. Dilakukan tiap dia pulang kerja, begitu dia mengetuk pintu rumah sembari bilang: “Aku pulang..”. Seketika itu juga aku membuka pintu, tersenyum, membentangkan tangan seraya…

Puisi
Cengkrama di Bus Antar-Kota

Cengkrama di Bus Antar-Kota

Debu di kaca jendela bus perlahan luntur. Tergantikan bercak gerimis yang turun sesuka hati. Satu bercak, dua bercak…. Tiba-tiba sudah memenuhi kaca seiring bertambahnya kilometer yang terlewati. Kusandarkan kepala pada jendela. Sembari menghitung mundur.. “Kapan…

Puisi
Dear,

Dear,

Mendung setengah hati bermain dengan awan. Pendaran kemilau mentari malu-malu bersembunyi, ingin diajak senda gurau. Sementara hujan? Tampak murung dan galau. Wajahnya mirip manusia kala menanggung rindu yang terjerat waktu. Itu hasil terawangan mata sayuku,…

Puisi
Balada Malam

Balada Malam

Kau datang menjelma bocah lanang Bermata sendu membiru kerinduan “Pengen teh anget..” pintamu manja setelah membuka sepatu kuyu Kusambut senyum terindah diiringi satu pinta: Mandilah dulu, air hangat sudah siap. Kau mengangguk, Meski tampak enggan…

Puisi
Harga Sebuah Diri

Harga Sebuah Diri

Awas, jangan-jangan kau sudah diperbudak! Atas nama segala yang kau puja, tidakkah kau merasa terlalu miskin untuk membeli kemerdekaanmu sendiri? Jika kau berpikir harga diri mereka bisa ditukar dengan materi, berapa angka yang pantas untuk…

Puisi
Lubang

Lubang

Bahkan di setiap sosok yang tampak sempurna, Selalu ada lubang menganga di jiwa mereka Tahu kenapa? Karena bahagia bukan tercipta dari kesempurnaan, Namun semua akan sempurna saat kamu merasa bahagia.

Puisi
Beku

Beku

Mungkinkah semua sudah beku? Tak ada lagi “sssserrrr” yang tetiba memaksa keringat dingin menguar Tak ada lagi. Atau barangkali aku terlalu lelah (diam-diam) menunggu?