Celoteh
Kasak-Kusuk Pernikahan

Kasak-Kusuk Pernikahan

Angin, lebaran tahun ini benar-benar banjir undangan. Ya temanku, temannya temanku, temannya teman-temanku, sampai teman yang hampir tak kuingat pun melayangkan kabar.

Celoteh
Kampung Kita

Kampung Kita

Angin, benarlah kau kata. Seburuk-buruk kampung kita, tetaplah paling nyaman di dunia. Biarpun beceknya jalan tidak lebih baik dari galengan. Biarpun letaknya terpencil dan terisolir. Biarpun tumpukan batako tanpa lepah sudah bikin rumah tampak mewah.…

Celoteh
Sunyi Senja #3

Sunyi Senja #3

Eh, kenapa celoteh soal rumah tangga sampai tempat paling sunyi di dunia? “Ah, namanya juga celoteh.”, ahaha.. Benar. Sah-sah saja, ya. Kau memang kawan paling kece, Angin!

Celoteh
Sunyi Senja #2

Sunyi Senja #2

Menyebut ‘sunyi’, aku teringat sebuah ruang yang dijuluki ‘the quietest place in the world’. Tempat paling sunyi sedunia. Tahukah kau dimana itu, Angin? Atau jangan-jangan kau sudah pernah masuk kesana tanpa kutahu?

Celoteh
Sunyi Senja #1

Sunyi Senja #1

Kau tahu, Angin.. Belakangan beberapa kawan mendekat, meminta sebuah jawab untuk hati yang berderap. Soal suami yang hendak kawin lagi, lebih parah justru tega membuat gara-gara agar lelaki konyol itu lepas dari anak istri. “Aku…

Celoteh
Mengangin

Mengangin

Selamat pagi, Angin.. Maaf, semalam aku pulas. Lebih tepatnya tak hirau sapaan syahdumu dalam bayang semu -mimpi. Ah, saking syahdunya hingga agaknya lebih tepat kusebut: nakal. Betapa nakalnya kamu, Angin. Semalam aku terpaksa gopoh-gopoh turuni…

Abstraknya Asa

Angin, lama tak bersua. Masihkah ada seutas senyum untuk gadis yang tak tahu diri ini? Jangankan seutas senyum, bahuku pun siap disandari air matamu. Ahaha, tahu saja kalau mataku sudah berlinang. Menangislah bila memang harus…

Malang

Tumben belum tidur, Sudah sepekan kamu tidur lebih larut dariku. Huhf.. Apakah kita senasib? Mungkin. Tapi rasanya ada yang beda dengan nasib kita. Apa bedanya? Aku kesepian karena memang aku tidak tercipta untuk berkawan, sementara…

Andai

Sudah kuperingatkan: jangan diteruskan! Semakin dalam kamu tenggelam, lukamu juga semakin mengenaskan. Bahkan bukan hanya aku, tapi semua orang yang terlibat dalam hal itu. Nah, itu kamu tahu. Kenapa masih diteruskan? Andai bisa, aku pun…

Getar Hati

Lho, ka-mu? Kirain hari ini sudah terbang, Dipending besok, Why? Entahlah.. Aku hanya merasa ingin menunda sehari. Apa yang akan kau lakukan dalam sehari? Tidak ada. Hanya ingin meyakinkan sekali lagi kalau.. Kalau..? Kalau getaran…

Getar Hati

Lho, ka-mu? Kirain hari ini sudah terbang, Dipending besok, Why? Entahlah.. Aku hanya merasa ingin menunda sehari. Apa yang akan kau lakukan dalam sehari? Tidak ada. Hanya ingin meyakinkan sekali lagi kalau.. Kalau..? Kalau getaran…

Rumah Masa Depan

Hei, banguun.. Aargghh.. Masih ngantuuk.. Haduuh.. sudah 10 jam, mau tidur berapa lama lagi? Satu jam lagi.. Bukankah kamu ada janji 5 menit lagi? What??? Nah! Akhirnya bangun juga! Aaa.. Angiiiiin.. Nyebelin!!!

Diary Manusia

Aku minta maaf, Angin…. Maaf? Malam ini semua diary manusia mencapai halaman terakhir. Aku ingin menutupnya dengan hati yang damai. Semoga Angin sudi memaafkan kelakuanku yang kurang berkenan  padamu selama ini. Diary? Kau tidak tahu?…

(Ir)Rasional

Aku sangat ingin berpikir rasional, Angin. Bahkan selalu bertekad untuk rasional. Tanpa bermaksud menyepelekan hal yang irrasional, tapi.. Aku ingin meyakinkan diri sendiri bahwa, kehadirannya pun rasional! Soal apa lagi ini? Entahlah, Angin.. Aku tidak…

Hujan Beku

Gerimisnya makin lebat. Kasihan kepalamu. (menadah, terpejam) Huhf.. Bahkan sekarang tidak bisa kubedakan, mana air matamu, mana air mata langit. Ayo, nak.. Jangan menyiksa diri. (menikmati tiap tetes-Nya) Kenapa diam? Tubuhmu bisa demam kalau kamu…

Hanya Ingin Terpejam

Adakah yang tertinggal, Angin? Yang tertinggal? Tanda mata pandamu itu. Apa yang masih belum tuntas? Kenapa mata ini masih belum bisa terpejam barang semenit, padahal hatiku sudah menyelesaikan semuanya? Haruskah kuselidiki? Tidak. Aku hanya ingin…

Jujur

Hai, Angin! Sehat? Ahai.. Hallo, sista! o’rait.. It’s great! You? Excellent! Wuaa.. Roman-romannya lagi bahagia ini. Ada kisah apa, honey? “Ketika tidak bisa jujur pada dirimu sendiri, maka sakitlah jawabannya”, masih ingat itu, Angin?

Jujur

Hai, Angin! Sehat? Ahai.. Hallo, sista! o’rait.. It’s great! You? Excellent! Wuaa.. Roman-romannya lagi bahagia ini. Ada kisah apa, honey? “Ketika tidak bisa jujur pada dirimu sendiri, maka sakitlah jawabannya”, masih ingat itu, Angin?

The Liebster Award: Salam Damai

Mohon maaf, dua kata itulah yang langsung terbesit di benak saya saat membuka jajaran file di notebook. Teruntuk mak Tian Lustiana; yang menjabat erat tangan saya lewat program The Liebster Award bertajuk “Dariku Untukmu”. Mohon…

The Liebster Award: Salam Damai

Mohon maaf, dua kata itulah yang langsung terbesit di benak saya saat membuka jajaran file di notebook. Teruntuk mak Tian Lustiana; yang menjabat erat tangan saya lewat program The Liebster Award bertajuk “Dariku Untukmu”. Mohon…