1. Home
  2. Celoteh

Kategori: Celoteh Angin

Celoteh
Berkawan dengan Kehilangan, Ketidakbahagiaan, dan Keikhlasan

Berkawan dengan Kehilangan, Ketidakbahagiaan, dan Keikhlasan

Biasanya, aku baru akan mulai mengikhlaskan sesuatu, setelah semuanya selesai. Setelah semuanya berjalan tidak sesuai harapan. Setelah aku benar-benar merasa kehilangan. Setelah semuanya terasa tidak membahagiakan. Entah urusan hati atau perkara mimpi, kehilangan dan ketidakbahagiaan…

Celoteh
(Haruskah) Aku Berhenti Bertanya (?)

(Haruskah) Aku Berhenti Bertanya (?)

Aku bertanya-tanya,Apa artinya menikah?Kenapa kita harus menikah?Kenapa aku harus menikahimu?Apa artinya mencintai dan dicintai?Salahkah aku jika mencintaimu?Benarkah kau benar-benar mencintaiku?Bolehkah aku meminta Tuhan untuk menyatukan kita?Haruskah kita menikah dengan orang yang kita cinta?Mampukah kita menikah…

Celoteh
Sekuntum Mawar di Tepi Jurang

Sekuntum Mawar di Tepi Jurang

Sudah tiga hari kamu tersungkur begini. Mengunci kamar. Bukankah lebih baik kamu menguras saldomu untuk beli tiket, beli makanan, beli make up, beli baju, atau mentraktir teman-temanmu? Ayolah…. Setidaknya usap dulu air matamu. Mandilah, dan…

Celoteh
Pemberhentian

Pemberhentian

Bagaimana rasanya menempuh 817 km dalam sepekan terakhir? Menyenangkan. Benarkah? Haruskah kucoba juga? Coba saja. Apa yang menyenangkan dari perjalanan itu? Banyak. Kau bisa memaki-maki dirimu sendiri sepanjang jalan. Kau juga bisa menyicil untuk membuang…

Celoteh
Tentang Logika

Tentang Logika

Duggg!!! Awww!!! Nah, kan. Kejedug juga akhirnya. Angiiin. Ada orang kejedug pintu malah disyukurin. Ya, bagus, dong. Lumayan bikin benjol jidatmu yang over penat. Oo.. jadi kamu bahagia lihat jidatku benjol segede ini? Apa pun…

Celoteh
Pelan-Pelan

Pelan-Pelan

Hai, Angin. Lama sekali kita tak bersua. Maafkan aku yang hanya menyapamu saat hatiku lelah, jiwaku gundah, atau hidupku hancur. Maafkan aku yang hanya ingat padamu saat orang lain meninggalkanku. Maafkan aku yang juga kian…

Celoteh Angin
Mungkin Saja, Dia (Bukan) Jodohmu

Mungkin Saja, Dia (Bukan) Jodohmu

Dear, My Angle Malam ini aku duduk di Kedai Kopi. Cafe ala mahasiswa yang menghampar di sebuah pelataran rumah besar. Tempat nongkrong yang penuh asap rokok, tapi juga menghipnotis “adam-hawa” untuk duduk lama karena koneksi…

Hampa Maya

Angin, benarkah aku seorang pengecut? Seorang yang membakar lumbung padi demi mencari tikus.  Seorang yang berjalan dengan mata kuda. Seorang yang.. egois dengan fantasi, tapi terlalu gegabah untuk melangkah di laring dunia. Ah, tak mungkin…

Hampa Maya

Angin, benarkah aku seorang pengecut? Seorang yang membakar lumbung padi demi mencari tikus.  Seorang yang berjalan dengan mata kuda. Seorang yang.. egois dengan fantasi, tapi terlalu gegabah untuk melangkah di laring dunia. Ah, tak mungkin…

A Letter to My Friends

Awalnya kukira takkan bertahan sejauh ini. Aku.. sama sekali tidak berniat membuang semua link pertemanan di dumay. Hanya saja, aku merasa ada sesuatu yang mendorongku. Dorongan yang, saking kuatnya sampai aku tak sempat berpikir jernih…

A Letter to My Friends

Awalnya kukira takkan bertahan sejauh ini. Aku.. sama sekali tidak berniat membuang semua link pertemanan di dumay. Hanya saja, aku merasa ada sesuatu yang mendorongku. Dorongan yang, saking kuatnya sampai aku tak sempat berpikir jernih…

Celoteh
Kasak-Kusuk Pernikahan

Kasak-Kusuk Pernikahan

Angin, lebaran tahun ini benar-benar banjir undangan. Ya temanku, temannya temanku, temannya teman-temanku, sampai teman yang hampir tak kuingat pun melayangkan kabar.

Celoteh
Kasak-Kusuk Pernikahan

Kasak-Kusuk Pernikahan

Angin, lebaran tahun ini benar-benar banjir undangan. Ya temanku, temannya temanku, temannya teman-temanku, sampai teman yang hampir tak kuingat pun melayangkan kabar.

Abstraknya Asa

Angin, lama tak bersua. Masihkah ada seutas senyum untuk gadis yang tak tahu diri ini? Jangankan seutas senyum, bahuku pun siap disandari air matamu. Ahaha, tahu saja kalau mataku sudah berlinang. Menangislah bila memang harus…

Malang

Tumben belum tidur, Sudah sepekan kamu tidur lebih larut dariku. Huhf.. Apakah kita senasib? Mungkin. Tapi rasanya ada yang beda dengan nasib kita. Apa bedanya? Aku kesepian karena memang aku tidak tercipta untuk berkawan, sementara…

Andai

Sudah kuperingatkan: jangan diteruskan! Semakin dalam kamu tenggelam, lukamu juga semakin mengenaskan. Bahkan bukan hanya aku, tapi semua orang yang terlibat dalam hal itu. Nah, itu kamu tahu. Kenapa masih diteruskan? Andai bisa, aku pun…

Getar Hati

Lho, ka-mu? Kirain hari ini sudah terbang, Dipending besok, Why? Entahlah.. Aku hanya merasa ingin menunda sehari. Apa yang akan kau lakukan dalam sehari? Tidak ada. Hanya ingin meyakinkan sekali lagi kalau.. Kalau..? Kalau getaran…

Getar Hati

Lho, ka-mu? Kirain hari ini sudah terbang, Dipending besok, Why? Entahlah.. Aku hanya merasa ingin menunda sehari. Apa yang akan kau lakukan dalam sehari? Tidak ada. Hanya ingin meyakinkan sekali lagi kalau.. Kalau..? Kalau getaran…

Rumah Masa Depan

Hei, banguun.. Aargghh.. Masih ngantuuk.. Haduuh.. sudah 10 jam, mau tidur berapa lama lagi? Satu jam lagi.. Bukankah kamu ada janji 5 menit lagi? What??? Nah! Akhirnya bangun juga! Aaa.. Angiiiiin.. Nyebelin!!!

Diary Manusia

Aku minta maaf, Angin…. Maaf? Malam ini semua diary manusia mencapai halaman terakhir. Aku ingin menutupnya dengan hati yang damai. Semoga Angin sudi memaafkan kelakuanku yang kurang berkenan  padamu selama ini. Diary? Kau tidak tahu?…