1. Home
  2. Celoteh Angin

Kategori: Celoteh Angin

Celoteh Angin
Mungkin Saja, Dia (Bukan) Jodohmu

Mungkin Saja, Dia (Bukan) Jodohmu

Dear, My Angle Malam ini aku duduk di Kedai Kopi. Cafe ala mahasiswa yang menghampar di sebuah pelataran rumah besar. Tempat nongkrong yang penuh asap rokok, tapi juga menghipnotis “adam-hawa” untuk duduk lama karena koneksi…

Hampa Maya

Angin, benarkah aku seorang pengecut? Seorang yang membakar lumbung padi demi mencari tikus.  Seorang yang berjalan dengan mata kuda. Seorang yang.. egois dengan fantasi, tapi terlalu gegabah untuk melangkah di laring dunia. Ah, tak mungkin…

Hampa Maya

Angin, benarkah aku seorang pengecut? Seorang yang membakar lumbung padi demi mencari tikus.  Seorang yang berjalan dengan mata kuda. Seorang yang.. egois dengan fantasi, tapi terlalu gegabah untuk melangkah di laring dunia. Ah, tak mungkin…

A Letter to My Friends

Awalnya kukira takkan bertahan sejauh ini. Aku.. sama sekali tidak berniat membuang semua link pertemanan di dumay. Hanya saja, aku merasa ada sesuatu yang mendorongku. Dorongan yang, saking kuatnya sampai aku tak sempat berpikir jernih…

A Letter to My Friends

Awalnya kukira takkan bertahan sejauh ini. Aku.. sama sekali tidak berniat membuang semua link pertemanan di dumay. Hanya saja, aku merasa ada sesuatu yang mendorongku. Dorongan yang, saking kuatnya sampai aku tak sempat berpikir jernih…

Celoteh
Kasak-Kusuk Pernikahan

Kasak-Kusuk Pernikahan

Angin, lebaran tahun ini benar-benar banjir undangan. Ya temanku, temannya temanku, temannya teman-temanku, sampai teman yang hampir tak kuingat pun melayangkan kabar.

Celoteh
Kasak-Kusuk Pernikahan

Kasak-Kusuk Pernikahan

Angin, lebaran tahun ini benar-benar banjir undangan. Ya temanku, temannya temanku, temannya teman-temanku, sampai teman yang hampir tak kuingat pun melayangkan kabar.

Abstraknya Asa

Angin, lama tak bersua. Masihkah ada seutas senyum untuk gadis yang tak tahu diri ini? Jangankan seutas senyum, bahuku pun siap disandari air matamu. Ahaha, tahu saja kalau mataku sudah berlinang. Menangislah bila memang harus…

Malang

Tumben belum tidur, Sudah sepekan kamu tidur lebih larut dariku. Huhf.. Apakah kita senasib? Mungkin. Tapi rasanya ada yang beda dengan nasib kita. Apa bedanya? Aku kesepian karena memang aku tidak tercipta untuk berkawan, sementara…

Andai

Sudah kuperingatkan: jangan diteruskan! Semakin dalam kamu tenggelam, lukamu juga semakin mengenaskan. Bahkan bukan hanya aku, tapi semua orang yang terlibat dalam hal itu. Nah, itu kamu tahu. Kenapa masih diteruskan? Andai bisa, aku pun…

Getar Hati

Lho, ka-mu? Kirain hari ini sudah terbang, Dipending besok, Why? Entahlah.. Aku hanya merasa ingin menunda sehari. Apa yang akan kau lakukan dalam sehari? Tidak ada. Hanya ingin meyakinkan sekali lagi kalau.. Kalau..? Kalau getaran…

Getar Hati

Lho, ka-mu? Kirain hari ini sudah terbang, Dipending besok, Why? Entahlah.. Aku hanya merasa ingin menunda sehari. Apa yang akan kau lakukan dalam sehari? Tidak ada. Hanya ingin meyakinkan sekali lagi kalau.. Kalau..? Kalau getaran…

Rumah Masa Depan

Hei, banguun.. Aargghh.. Masih ngantuuk.. Haduuh.. sudah 10 jam, mau tidur berapa lama lagi? Satu jam lagi.. Bukankah kamu ada janji 5 menit lagi? What??? Nah! Akhirnya bangun juga! Aaa.. Angiiiiin.. Nyebelin!!!

Diary Manusia

Aku minta maaf, Angin…. Maaf? Malam ini semua diary manusia mencapai halaman terakhir. Aku ingin menutupnya dengan hati yang damai. Semoga Angin sudi memaafkan kelakuanku yang kurang berkenan  padamu selama ini. Diary? Kau tidak tahu?…

(Ir)Rasional

Aku sangat ingin berpikir rasional, Angin. Bahkan selalu bertekad untuk rasional. Tanpa bermaksud menyepelekan hal yang irrasional, tapi.. Aku ingin meyakinkan diri sendiri bahwa, kehadirannya pun rasional! Soal apa lagi ini? Entahlah, Angin.. Aku tidak…

Hujan Beku

Gerimisnya makin lebat. Kasihan kepalamu. (menadah, terpejam) Huhf.. Bahkan sekarang tidak bisa kubedakan, mana air matamu, mana air mata langit. Ayo, nak.. Jangan menyiksa diri. (menikmati tiap tetes-Nya) Kenapa diam? Tubuhmu bisa demam kalau kamu…

Hanya Ingin Terpejam

Adakah yang tertinggal, Angin? Yang tertinggal? Tanda mata pandamu itu. Apa yang masih belum tuntas? Kenapa mata ini masih belum bisa terpejam barang semenit, padahal hatiku sudah menyelesaikan semuanya? Haruskah kuselidiki? Tidak. Aku hanya ingin…

Jujur

Hai, Angin! Sehat? Ahai.. Hallo, sista! o’rait.. It’s great! You? Excellent! Wuaa.. Roman-romannya lagi bahagia ini. Ada kisah apa, honey? “Ketika tidak bisa jujur pada dirimu sendiri, maka sakitlah jawabannya”, masih ingat itu, Angin?

Jujur

Hai, Angin! Sehat? Ahai.. Hallo, sista! o’rait.. It’s great! You? Excellent! Wuaa.. Roman-romannya lagi bahagia ini. Ada kisah apa, honey? “Ketika tidak bisa jujur pada dirimu sendiri, maka sakitlah jawabannya”, masih ingat itu, Angin?

Kalah

Angin, apa yang kamu tahu tentang kalah? Kenapa? Apa kamu baru saja kalah? Aiihh.. Masih pagi begini sudah kalah! Hm, ditanya malah balik nanya. Ditambah menjugde segala pula. Ya.. Barangkali.. Jadi apa yang kamu tahu…