Bumi Damai

Sakit, Dandelion

Sakit…

Sakit sekali

Hanya itu yang kutahu

Itu yang kurasa

Itu alami, Dandelion

Sakit…

—-

Aku memang bodoh

Aku memang buruk

Aku memang hancur

Aku memang tak pantas untuknya

Aku tak pantas…

Bawa aku pergi, Dande

Bawa aku pergi dari kesemuan ini

Semu yang menyakitkan

Semu yang menghancurkan

Semu yang pasti telah menamparku, lebam

Ya, lebam sekujur tubuh

Dia pengkhianat, Dande

Dia biadab!

Dia pecundang!

Dia…

Dia hanya pembawa malapetaka

Kesialan

Kenistaan

Dia jahat, Dande!

JAHAT!

Andai aku bisa mengutuknya

Andai kubisa

Pasti kujadikan dia kayu bakar

Kulempari api

Biar hangus selamanya

Biar rasa betapa tidak berharganya dia

Biar tahu

Aku bukan robot yang dicipta untuk dihancurkan

Sayang, Dande

Aku tak berdaya

Aku tak bisa apa-apa

Bahkan mengusap air mata pun

Sudah beku rasanya

Aku ingin pergi, Dande

Bawa aku pergi

Kemanapun…

Asal damai

Asal damai, Dande

Tanpa bayangnya lagi

 

 

 

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Merajut Maha Karya FLP Jatinangor

Read Next

Celoteh Anak Kampung: Master Piece Sederhana

Facebook Comments

Disqus Comments

damae