Benarkah (Aku Kangen)?

Kukira tak masuk akal
“Bisa jadi dia memikirkanmu karena kau masih mengingatnya” bisik angin,
ah, tak ada alasan untuk ku kenang
mengingat juga memikirkan itu bukan hakku
“diam-diam,” ia berkelakar
“tanpa urat nadimu tahu, bahkan darahmu pun tak tahu”
ah, serupa apakah sampai nadi dan darahku luput dari hal itu?

“dia sudah punya jalan di otakmu,”
seperti mulusnya sinaps menuju neutron saat disebrangi impuls, katanya lagi
“dia sudah memenuhi seluruh memori tanpa kau sadari
hingga mengingat, memikir, mengenang, juga merindunya
bisa terjadi tanpa instruksi”
Benarkah?

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*