Arti Tanggal Merah untuk Anak Kos

banyak tanggal merah
Belum jadi DPR saja sudah Merah semuah, 😀
Source: Here

Bulan April ini banyak sekali tanggal merah. Bahkan beberapa hari yang tidak merah pun bisa jadi “berarti” merah untuk sebagian orang. Terutama anak kos seperti saya. Kalau diruntut dari awal bulan, ada tanggal 9 dan 18 yang menjadi primadona Dewi April tahun ini. Cuma 2 hari?
Yup. Memang Cuma 2 hari, sob. Itu pun tanggal 9 bukan tanggal merah, melainkan hari Pencoblosan se-Indonesia, eh, maksudnya hari Pemilu Legislatif 2014. Tanggal merah yang benar itu hanya di hari ini, 18 April 2014.
Tapi dua tanggal itu sama-sama bersambung dengan akhir pekan yang secara tidak langsung menciptakan “harpitnas” atau hari kejepit nasional.
Percaya?
Harus!
Lihat saja kalender di smartphonemu, sob! *yang belum punya smartphone, boleh ditengok kalender yang terpajang di dinding*
Tanggal 9 itu hari Rabu kan? Tapi saya sudah menikmati “si merah jadi-jadian” itu sejak tanggal 4 sore, Jumat. Aktifitas kampus sudah berhenti total sejak sore itu. Bahkan ada beberapa yang sudah libur sejak tanggal 3. Bayangkan, tanggal 4 hari Jumat, 5 hari Sabtu, 6 hari Minggu, itu hari wik-en yang lazim.
Nah, sebagai anak kos sekaligus anak kuliahan *semester tua*, tanggal itu berlanjut sampai hari Senin (7), Selasa (8), Rabu (9), dan Kamis (10). Keren kan? Bingitzzz, bro! Jadi totalnya saya menikmati hari libur alias tanggal merah jadi-jadian itu selama 7 hari full!!!
Bagaimana dengan hari ini? Angka 18 jatuh di hari Jumat, bagi umat Kristiani ini diperingati sebagai Jumat Agung. Dilanjutkan Sabtu dan Minggu dalam rangkaian perayaan hari Paskah. Untuk orang yang tidak merayakan, itu jadi kesempatan long wik-en. Tapi (sekali lagi) buat anak kos sekaligus anak kuliahan *semester tua* seperti saya, itu menjadi lanjutan harpitnas pekan lalu. Bukan hanya sampai hari Minggu tanggal 20, tapi bertambah sampai 21 dan mungkin 22 April. Totalnya berapa? 5 hari!!!
Jika disatukan, 7 ditambah 5 sama dengan 12. Jadi dalam durasi 22 hari, ada 12 hari MERAH alias LIBUR alias KEJEPIT alias apa lagi? Sila tambahkan sendiri, sob.
Pertanyaan berikutnya, apa yang dilakukan anak kos dengan jumlah hari yang sangat tidak efektif itu?
Pulang
Ini aktivitas nomor satu, nomor wahid, seperti tradisi dalam adat kebudayaan anak kos yang tidak pernah ditinggalkan. Pokoknya, begitu ada kesempatan libur panjang, anak kos pasti pulang ke rumah masing-masing.
Termasuk saya?
Tidak!
Jauhnya jarak tempat saya merantau ini membuat pantat malas berlama-lama duduk di kereta atau bus setiap wik-en, meski jumlahnya sampai 12 hari berturut dalam 2 pekan. Saat anak kos lain pulang dan menikmati libur panjang bersama keluarga, saya justru jadi penunggu kosan yang berubah jadi kuburan.
Ngapain di kosan sendirian selama itu? Pertanyaan bagus! Good Question!
Ini yang saya kerjakan sebagai penunggu kuburan selama hari merah dan jadi-jadian merah:
1. Ngeblog
Ini aktivitas sakral yang tidak bisa diganggu gugat.
2. Blogwalking
Kalau tidak libur, saya blogwalking tengah malam sampai pagi. Sering diledek jadi “kalong wewe”, entah apa artinya. Tapi saat libur begini, saya bisa blogwalking jam berapa saja, dimana saja. Asal koneksi kenceng!
3. Masak
Masak menjadi hal yang menyenangkan saat libur karena dua hal. Pertama, saya bisa makan sesuka dan sepuas saya. Kedua, lebih hemat uang belanja *ini yang paling penting*
4. Nyuci
Kalau jadwal padat, saya biasa nyuci 2 minggu sekali. Tapi liburan panjang menjadi moment paling pas untuk mencuci sebanyak apa pun. Lebih pas lagi, tidak perlu berebut jemuran dengan siapa pun. *Nah!
5. Bebersih Kamar
Saya termasuk orang yang cinta kerapihan, kebersihan, dan keindahan. Sayangnya, kamar saya jarang sekali rapih saat hari-hari biasa. Selain banyak teman yang main bergantian, ada saja buku yang berserak, kertas sisa ngeprint yang berantakan, bungkus camilan yang belum dibuang, sisa gelas jus yang belum dicuci, dan segudang hal-hal remeh lain.
So, liburan adalah hal paling tepat untuk mengurus itu semua.
6. Ngepel
Ini apalagi. Ngepel itu menjadi prioritas nomor 27 buat anak kos, terutama saya. Meski banyak juga yang rajin, tiap pagi ngepel kamar dan teras. Tapi saya baru mau ngepel kalau libur panjang! *Ha-ha-ha! #GayaSinchan
7. Hang Out Sendirian
Hang out pasti lebih asik kalau banyak teman. Kata siapa? Saya justru suka hang out sendirian. Sekadar duduk di sudut kafe, atau memandangi anak kecil melahap Fried Chicken di foodcourt sebuah mall, atau melamun di tepi danau, atau mencoba wahana permainan sambil teriak sepuasnya. Bahkan sekadar nogkrong di Gazebo kampus dan ngobrol sama angin pun, saya suka! Dan itu, hanya bisa dilakukan saat libur tiba!
8. Ngedate sama Pacar
Nah, ini nih, hal paling menyedihkan dalam hidup saya. Orang lain mah libur the pasti bisa ngedate sama pacar. Lha, saya? Pacarnya berupa laptop, buku, tablet, jus nanas, es jeruk, dan lumpia basah! *Oh, NOOOOO!!!
Tapi nikmat, lho! Suer!
9. Ketawa di Telepon sama Ortu
Biasanya telepon ortu itu kalau kuliah sudah kelar, sudah mandi, sudah makan, jatuhnya jam 7-an malam. Tapi saat libur panjang, saya bisa ketawa ngakak guling-guling dan berbagi cerita dengan ibu jam berapa pun saya mau.
10. Melahap Tugas
Saya suka kesempatan ini. Bukan karena saking rajinnya, tapi justru karena saking tidak doyannya saya sama tugas kalau hari-hari biasa. Jadilah numpuk di hari libur. Tapi kalau dinikmati sambil ngedengerin Iwan Fals atau Emha, satu per satu pasti kelar tanpa terasa.
11. Apalagi ya?
Wuaa, tidak terasa saya sudah nglantur puanjang begini. Udahan dulu ah. By the way any busway, bagaimana dengan liburanmu hari ini, sob? Apa arti Tanggal Merah buatmu? Apa yang kamu lakukan saat si merah itu datang?

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Serintik Asa

Read Next

Taalash

Facebook Comments

Disqus Comments

damae

Arti Tanggal Merah untuk Anak Kos

banyak tanggal merah
Belum jadi DPR saja sudah Merah semuah, 😀
Source: Here

Bulan April ini banyak sekali tanggal merah. Bahkan beberapa hari yang tidak merah pun bisa jadi “berarti” merah untuk sebagian orang. Terutama anak kos seperti saya. Kalau diruntut dari awal bulan, ada tanggal 9 dan 18 yang menjadi primadona Dewi April tahun ini. Cuma 2 hari?
Yup. Memang Cuma 2 hari, sob. Itu pun tanggal 9 bukan tanggal merah, melainkan hari Pencoblosan se-Indonesia, eh, maksudnya hari Pemilu Legislatif 2014. Tanggal merah yang benar itu hanya di hari ini, 18 April 2014.
Tapi dua tanggal itu sama-sama bersambung dengan akhir pekan yang secara tidak langsung menciptakan “harpitnas” atau hari kejepit nasional.
Percaya? Continue reading →

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

Serintik Asa

Read Next

Taalash

Facebook Comments

Disqus Comments

damae