Apa Kabar, Pelangi?

Indah,

Satu dikisi sakti yang terasa sulit didefinisikan

Menawankah?

Cantikkah?

Baguskah?

Sempurnakah?

 

Heum..

Tampaknya suku kata itu terlalu sederhana

Bukan karena tak pantas, tapi ‘indah’ memang tak punya dasanama

 

Bak denyut nadi kehidupan setiap insan

Skenario terbaik Sang Sutradara, mengatur hingga detail peristiwa

Begitu sempurna

Sesempurna retorika pemeran yang sengaja diciptakan

Dalam balutan tinta damai yang mengisi kanvas harmoni

 

Tak ubahnya pelangi

Paduan bias cahaya ini cermin warna-warni kehidupan

‘Indah nian’

Lebih tepat tuk menjulukinya dari pada ‘Sempurna’

Bukankah begitu?

 

Dan kini saatnya aku bertanya,

Pelangi, apa kabarmu?

width=169

damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Read Previous

From FLP, Flows to The World

Read Next

Sesingkat Jalan yang Tersesat

Facebook Comments

Disqus Comments

damae