Afeksi Mati

Sebut saja “aku terus menghindar”,
Kacamatamu hanya di satu sudut mata, bertanggar

Asal kau tahu, keseratus-delapan-puluh-derajatan ini berasal dari:
Matinya afeksi.

Bukan, bukan afeksiku, tapi -mu.
Lakumu menggebu dari akal yang hambar
Hingga setetes kasih teramat jauh berpendar

Dan, kau menuntutku mengikuti jalanmu?
Tidak.
Aku masih punya hati (meski semua isi telah kau kebiri).

About damai_wardani

(sedang dalam perjalanan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*