Sebentar Saja

Sebentar Saja

Sebentar saja. Biarkan aku terpejam. Sebentar saja, biarkan aku mengingat sketsa itu: berdiri memandangimu, sedikit kecewa karena kedatanganmu meresahkan perjalanan. Tapi saat tangan terbuka dan menikmati tiap tetesmu, senyumnya terkembang sempurna. Seketika itu pula ia…

Read More
Mencari Kata #2

Mencari Kata #2

Sekali lagi pipiku merona, tersipu bercampur bahagia. Kau, selalu pandai mencipta kejutan istimewa. Bukan “mau minta kado apa?”, tapi “ini kado untukmu” sembari tersenyum tulus beromansa. Juga bukan “created by (namamu)”, tapi “copyright by (namaku)”;…

Read More
Mencari Kata #1

Mencari Kata #1

Sering kubertanya, bahkan sampai detik ini pun masih bertanya. Apa gerangan yang membuat kata enggan tertata saat hati bicara tentangmu? Sementara kau tahu, hampir semua tentang mereka bisa kubicara. Kau pun sering bertanya, bahkan sampai…

Read More
Kacamata

Kacamata

Nah, apa kubilang! Kamu itu perlu buka kacamata Tengoklah, Selain depan masih ada belakang, kiri, dan kanan Jangan kira tetap lurus itu keputusan tanpa pilihan Bukankah jalanmu ada di persimpangan?

Read More
Kepada 6 Tahun Lalu

Kepada 6 Tahun Lalu

Ah, sejatinya aku malu. Sangat malu. Malu itu yang membuat lebih kurang 6 tahun hingga hari ini, kutekan perasaan -agar tidak kebablasan. Perasaan untuk peduli pada hal yang, jika boleh aku sedikit hiperbolis, membuatku trauma.…

Read More
Cantik Itu..

Cantik Itu..

Angin, seperti apakah sejatinya cantik itu? Cantik? Iya, cantik. Hm, setahuku kau sangat sensi soal definisi. Kadang tidak, meski seringnya iya. Tapi benar, Angin, aku ingin tahu pendapatmu tentang cantik. Baiklah. Asal jawab dulu, ada…

Read More
Kasak-Kusuk Pernikahan

Kasak-Kusuk Pernikahan

Angin, lebaran tahun ini benar-benar banjir undangan. Ya temanku, temannya temanku, temannya teman-temanku, sampai teman yang hampir tak kuingat pun melayangkan kabar.

Read More
Kasak-Kusuk Pernikahan

Kasak-Kusuk Pernikahan

Angin, lebaran tahun ini benar-benar banjir undangan. Ya temanku, temannya temanku, temannya teman-temanku, sampai teman yang hampir tak kuingat pun melayangkan kabar.

Read More
Jejak

Jejak

Kau ingat busur panahku? Sekali kutarik, fokus di satu titik Pyarrr Serpihan memori memendar Serpihan itu, Mengingatkanku tentang satu rindu Rindu yang: bak menyayat hati dengan tumpulnya belati Kala kutahu, Jejakmu pun merindu Rindu yang:…

Read More
Dik, #3

Dik, #3

Ah, iya. Aku lupa. Ada yang belum kubersihkan. Kitab-kitabmu, Dik. Kubariskan rapi di rak paling atas. Dari kanan ke kiri, berurutan mematuhi tinggi badan (kertas).

Read More
Sudah

Sudah

Bukan akan atau harus, Tapi sudah Iya, sudah Aku sudah melepasmu Melepas semua kenangan yang tak sedamai khayalan

Read More
Hamba Sahaya

Hamba Sahaya

Kau tahu, Angin, aku ini hanya gadis desa biasa. Dilahirkan dari rahim seorang wanita desa yang teramat sederhana. Pekerjaan orang tua, kau mau tahu? Hanya petani, Angin. Pemilik beberapa petak sawah yang dibeli dengan kucuran…

Read More
Saling Rasa

Saling Rasa

Benar memang, rupa selalu menjadi topik utama Cantik tampan simbol keserasian Cool elegan bukti kesuksesan tingkat pilihan Pun rapi dan serasi, paduan sempurnanya penampilan Belum lagi soal gono gini Jangankan memagneti, menarik yang tak tertarik…

Read More
Dik, #2

Dik, #2

Mengelap foto tampanmu di lemari, mataku mendadak basah, Dik. Sungguh, benarlah kata almarhum buyut kita, romanmu serupa rembulan di belah dua. Kulitmu lebih halus dariku, gadis yang setahun lebih tua.

Read More
Dik, #1

Dik, #1

Dik, semoga kau tidak mengejekku “termehek-mehek”. Sungguh, aku tidak bermaksud melow. Wajah sendu ini sudah kuumpat rapat-rapat. Tapi apa daya, di sela usapan keringat itu tetap tercucur namamu. Di jelang terpejamnya purnama itu tetap terjaga…

Read More