Membingungkan

Semakin membingungkan.

Dulu kau yang gigih memutus tali layang-layang,

Bahkan tak kutemukan di mana landasan kerangkanya,

Kini kau kembali saat aku sudah menutup memori

Seolah bangkai layang-layang itu kau mainkan dengan tali baru

Huhfftt..

Belum puas menertawa tangisku?

Atau separuh hatimu tertinggal di tawaku?

Apa pun itu, aku hanya ingin kuat untuk terus berjalan

dengan atau tanpamu,

bukan sebagai tali yang putus atau layangan usang,

tapi aku. Sebagai aku.

Leave a Comment

*