Sunyi Senja #2

Menyebut ‘sunyi’, aku teringat sebuah ruang yang dijuluki ‘the quietest place in the world’. Tempat paling sunyi sedunia. Tahukah kau dimana itu, Angin? Atau jangan-jangan kau sudah pernah masuk kesana tanpa kutahu?

Ah, aku tidak yakin. Tidak yakin kau bisa masuk. Bukankah dindingnya terbuat dari baja dan beton? juga dilapisi fiberglass acoustic wedges yang befungsi menyerap suara, bahkan pada langit-langitnya? Itulah yang membuat ruang anechoic -panggilannya, mampu menyerap 99% suara. Sekali lagi, 99%, Angin!

Artinya tersisa 1% sumber suara yang masih bisa terdeteksi indra manusia. Jika diukur menggunakan desibel, satuan pengukur intensitas suara, rata-rata manusia mampu mendengar di angka 30 desibel. Sedang ruang anechoic berada di angka -9,4 desibel. Bayangkan, Angin, betapa keras kerja semua panca indra untuk mencari sumber suara.

“Tunggu! Bukankah kau bilang ruangan itu kedap suara?”, benar, Angin. “Lalu darimana 1% suara itu berasal?”, wah, cerdas kau. Aku baru terpikir. Jangan-jangan, suara itu muncul dari dalam tubuh manusia sendiri. Dari detak jantung, paru-paru yang mengembang, dan aliran darah! Hiiiii! Semakin berhalusinasi, semakin cemas, semakin stress, semakin kencang jantung berdegup, semakin tidak karuan suaranya.

Oh, tidak-tidak. Jangan diteruskan!,” tapi, Angin.. Apa itu berarti aku juga bisa mendengar suaramu di sana? Detak jantungmu? Napasmu? Bukankah selama ini aku hanya bisa melihat amukanmu berputing beliung? Itu pun kukira bukan suaramu, tapi suara semua benda yang terlintasi olehmu. “Hush! Kau ini..”.

Aku jadi penasaran. Kapan, ya, bisa kesana bersama, Angin? Tiket untuk menikmati satu jam kesunyian di ruangan itu saja sekitar 4,6 juta. Belum lagi perjalanan ke Orfield Laboratories di AS sana, tempat ruang anechoic berada. Jangan-jangan tabungan 10 tahun pun belum cukup untuk biaya. “Hihihi.. Ya sudah, cukupkan dirimu menikmati kesunyian senja.”

Benar. Sunyinya senja bahkan lebih menggoda. Lebih bagus lagi, sunyinya senja dijamin tidak membuat stress! “Malah mengusir stress!”, haha.. Bisa-bisa-bisa.

Photo by Damae Wardani

Leave a Comment

*