Suara Hati Seorang Kekasih

Tak mengapa jika kau murung, aku tetap akan tersenyum

Tak masalah jika kau marah, karena senyumku tetap merekah

Tak peduli kau emosi, aku tetap tegar menghadapi

Bahkan silahkan saja kau membisu, pintu hatiku takkan pernah tertutup untukmu

 

Kasih, hanya namamu dihatiku

Jiwa dan raga takkan berdusta, Kau pasti tahu itu

Namun terkadang cinta terusik benci sesaat

Yang tak terobati meski seribu musim terlewat

Tak perlu kau perjelas

Tak perlu lagi kau pertegas

Banting pintu itu sudah cukup menjadi bukti bisu

Seakan hatimu benar dirajai emosi

 

Terima kasih untuk keindahan hari ini, kasih

Keindahan yang terlampau berharga tuk disudahi

Hingga amarahmu pun, tak memudarkan senyumku menyambut kepulanganmu

Ke hatiku

 

(2) Comments

  • Fakhri Muhammad Rabbani
    19/06/2012 at 2:07 am

    perasaan iri slalu menghampiriku saat ku baca tulisan tulisanmu….
    hehe 🙂

    • damai_wardani
      05/12/2012 at 12:19 am

      trimakasih atas kunjungannya, bang fakhri. lama tak bersua, dirimu dimana sekarang?

Leave a Comment

*