Sampai Kapan Rindu [ini] Terlarang?

Sampai Kapan

Harusnya dari dulu kubilang
Kau ini makhluk terjahat dari segala jenis dunia
Kau ini makhluk paling menakutkan dari segala bentuk yang ada
Kau ini makhluk tak berperasa dari segala tabir hati

Sekali datang, menyayat jiwa
Sekali pergi, merobek hati
Sekali menghilang, membekas luka
Sekali menyapa, tanpa aksara
Seakan tak peduli meski kau tahu itu menyakitiku

Bahkan kau terbang kian tinggi, kau sembunyi
Saat aroma tubuhmu terendus hidungku,
Saat bola mata ini mencari wajahmu,
Saat seluruh jiwa ini mencemaskanmu
Saat hati tak lagi mampu melawan rindu
Hingga aku benar-benar lumpuh dengan ketidakberdayaanku
Kau justru meninggi, sembunyi

Sampai kapan?
Sampai kapan kau mempertahankan?
Sampai kapan kau mampu bertahan?
Sampai kapan pula aku tersiksa mencintai bayang?
Sampai kapan…

Rindu Terlarang

Itulah yang tak bisa kumengerti
Mengapa aku cemas menantinya
Mengapa hatiku bergetar jika dia menyapa
Mengapa tak bisa sedetik saja tak mengingatnya
Mengapa selalu ingin kulihat senyumnya
Selalu ingin kudengar suaranya
Selalu ingin kubercada dengannya
Mengapa..

Meski kutahu,
Dia makhluk terlarang bahkan sekadar untuk disebut namanya

Setidaknya

Menyapa, jelas tak bisa
Berkirim surat, mustahil dibuat
Bertemu, hanya hayalan langit tingkat tujuh
Setidaknya,
Biarkan mentari menjadi saksi
Bahwa rindu kita tak pernah padam

Leave a Comment

*