Puisi Mati

Ak tahu Kau benci

Sangat benci

Bahkan semua hal terkait namaku, hidupku, keberadaanku

Semua Kau benci

Tapi pernahkah Kau dengar nuraniku?

Nurani yang selalu Kau labeli:

œBerdusta, nista, dan harusnya tak pernah ada

Pernahkah Kau mau tahu kejujuranku?

Kejujuran yang selalu Kau caci:

œBulshitt!

Pernahkah Kau mau mengerti siapa aku?

Aku yang selalu Kau doai:

œMati!!!

Maka sebelum aku benar-benar mati,

Biarkan ku bertanya, Bulan

œApakah burukku hanya di bola matamu?

 

#CelotehDamae, 31/5/13

(5) Comments

  • lozz akbar
    07/06/2013 at 6:17 pm

    Semoga semangat yang membuat puisi ini tak ikutan mati…

  • Dangstars
    27/06/2013 at 4:37 am

    Puisinya Menyentuh banget nih

  • dloen
    10/07/2013 at 9:10 am

    smga nih hnya sbuah puisi

  • ...
    13/07/2013 at 3:13 pm

    Lirih sekali. Banyak Hal yg belum trsampaikan

  • M. Anugrah Agung Jiwo
    21/07/2013 at 5:09 pm

    smoga prtanyaan-pertanyaan itu mendapat jawaban langsung mba 🙂

Leave a Comment

*