Menulislah

Menulislah,

Ayat-ayat alam semesta menunggumu menyapanya

Bisiknya, belainya, peluknya,

Begitu hangat dan dekat

Mereka mengharapmu lebih peka

Menulislah,

Jika racau jiwamu tak lagi dimengerti

Jika teriakan nuranimu tak lagi didengar

Teriakan yang membahana semesta

Sayup-sayup sirna termakan usia

Tapi tidak untuk tulisanmu

Ia abadi sepanjang ketidakabadian bumi

 

Menulislah,

Meski kaki tanganmu tersandra

Tapi hati dan pikiranmu tak bisa dipenjara

Mereka tak kenal batas ruang dan waktu

Mereka perekat jiwa dan nyatamu

Berdesir,

Mengalir

Mengembara sudut dunia

 

Menulislah,

Jika kau ingin sejarah tahu namamu

Sebenar-benar merdekanya jiwa dan raga

Tak beku di pengap waktu

Tak mati tanpa arti

Tak fana meski jasadmu telah tiada

 

Menulislah,

Meski penamu tak setajam pujangga tinta

Meski kata-katamu tak seindah penyair cinta

Meski kertasmu tak seputih kanvas lukis

Cukuplah sepuluh jemarimu menari

 

Menulislah,

Hidupmu lebih sastrawi dari novel

Lebih bermajas dari puisi

Lebih indah dari pelangi

Tunggu apa lagi?

 

 

(2) Comments

  • fakhri
    09/06/2012 at 8:48 pm

    keren…

    • damai_wardani
      05/12/2012 at 12:21 am

      makasih.. 🙂
      salam kenal, fakhri

Leave a Comment

*