Hujan Kenangan

Siang ini aku tersenyum menatap mentari yang baru bangun,

Setidaknya ini harapan untuk sejenak melupakanmu,

Melupakan hujan kita, hujan kenangan

Meski aku tak yakin: 5, 10, atau 15 menit lagi mentari masih akan terseyum

Seperti aku tak yakin bahwa, kenangan hujan kita akan berdamai dengan sangkakala

 

(10) Comments

  • ofi_tusiana
    16/11/2013 at 1:41 pm

    mak, puisinya bikin melow. jadi inget november rain.. 🙂
    salam kenal ya mak ^_^

    • damai_wardani
      16/11/2013 at 4:25 pm

      hehe.. iya, mak. ini memang moment november rain. 🙂
      salam hangat dari bandung (yg dingin)..

  • sufyan
    16/11/2013 at 3:24 pm

    ikut sedih :'( #eh

    • damai_wardani
      16/11/2013 at 4:25 pm

      cup cup cup..

  • rodamemn
    16/11/2013 at 9:25 pm

    bener2 syahdu,..jdi ingin tidur sambil mandang langit yang bertaburan air hujan..

    • damai_wardani
      17/11/2013 at 8:10 am

      heuheu.. itu selalu saya lakukan tiap malam, mak. karena disini hujan terus, 🙂

  • Ahmad Aswaja
    17/11/2013 at 1:19 pm

    saat harapan ini dibaca oleh seseorang yg dimaksud dalam puisi, dia pasti sedih.
    tanpa berharap bisa lupa-lupa sendiri. apalagi dengan niat mengharap spt itu.
    kehadirannya seakan menjadi benalu dlm kehidupan dan impian masa depan mu.

    • damai_wardani
      17/11/2013 at 5:01 pm

      🙂 siapa pula yg dimaksud dlm puisi itu, barangkali aku sendiri tidak tahu.

  • Bung Destur
    01/01/2014 at 6:42 pm

    kasihan tu mau ujan-ujanan tapi takut ancur kena air

  • Pingback: Rerintik itu Tetaplah Hujan – Ruang Sederhana

Leave a Comment

*