Hujan ke Sekian

Ini hujan ke sekian.

Andai mampu kuhitung bulir yang bajir di kali sekian, kiranya sekian juga sayatan senyummu.

Ah, apa guna kuberi tahu

Kau cabik nadi di leher dan gelang hati pun,

Hujan ke sekian tetap menertawa.

Bukankah “Sekian” sudah lebih dulu kau tegaskan?

Dayaku hanya membiarkan sisa darah mengering di kubangan hujan.

Hujan ke sekian.

 

Leave a Comment

*