Gagal Nikah

Akhir-akhir ini aku dikelilingi manusia-manusia yang gagal nikah, Ngin. Lama tak bercuap kita. Apa kabarmu?

Semasa SD aku sering dengar, begini, “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”. Atau, “Jangan hitung berapa kali kamu gagal, tapi berapa kali kamu bangkit dari kegagalan”. Lebih dalam lagi bunyinya: “Satu-satunya jalan menuju kesuksesan adalah menaklukkan kegagalan”.

Bijak sekali, bukan?

Tapi semua itu seolah luntur, tidak “ngefek” sama sekali jika dihadapkan pada situasi: gagal nikah. Pertanyaannya: why…? kenapa…?

Entah.

Satu hal yang selalu kupercaya. Nikah itu bukan perkara waktu. Bukan soal usaha. Bukan tentang niat. Bukan juga siapa pasangannya. Apalagi segudang rencana yang menyertai pernikahan.

Nikah itu, rahasia-Nya.

Jadi ketika pernikahan itu gagal, yakin saja kalau kita belum diijinkan untuk “mengakses dokumen rahasia” milik-Nya. Sesimple itu.

Hancur hati hancur jiwa, tugas kita untuk mencari obatnya. Toh, Dia tidak pernah meninggalkan kita.

Menurutmu, Ngin?

Leave a Comment

*