Bulir

Rasaku masih sama

Tetap bulat seperti bulir tahun lalu

Bulir yang mengalir di kening, mata, hingga kakiku

Bulir hujan kita

 

Meski kini tidaklah sama

Tidak bulat seperti bulir tahun lalu

Bulir yang mengalir di kening, mata, hingga kakiku

Bulir hujan kita

 

Entah berapa lama lagi rasaku hidup

Entah berapa masa lagi bulirku bulat

 

Aku hanya mampu membiarkan

Tak melepas, tak juga menahan

 

Agar kelak,

Mataku tak mengalir bulir

Bila bulirku tak lagi bulat

Selamanya

(2) Comments

  • sufyan
    14/10/2013 at 7:19 am

    biarkan bulir itu mengalir mbak,
    tak ada yg sia-sia 🙂

    • damai_wardani
      18/10/2013 at 6:57 am

      heuheu.. iya sufyan, kamu benar. 🙂

Leave a Comment

*