Afeksi Mati

Sebut saja “aku terus menghindar”,
Kacamatamu hanya di satu sudut mata, bertanggar

Asal kau tahu, keseratus-delapan-puluh-derajatan ini berasal dari:
Matinya afeksi.

Bukan, bukan afeksiku, tapi -mu.
Lakumu menggebu dari akal yang hambar
Hingga setetes kasih teramat jauh berpendar

Dan, kau menuntutku mengikuti jalanmu?
Tidak.
Aku masih punya hati (meski semua isi telah kau kebiri).

Leave a Comment

*