Dari: “Sabagian dari Dirimu”

To: Damae Wardani

Sudah hampir tujuh tahun aku mengenalmu. Meskipun dalam kurun waktu tersebut ada waktu dimana kita berpisah hingga kamu sejenak melupakan namaku, hehehe. Tidak masalah, karena aku tahu itu tak sepenuhnya benar. Masih terasa hangat diingatanku, tubuhmu yang basah kuyup setelah diguyur hujan demi mencari tempatku bersinggah ke tempatku “kala itu”. Saat itu juga aku menjadi tahu mengenai sepenggal kisahmu yang begitu dewasa, namun kekanakan.

Masih ingtkah kamu akan surat yang pernah kamu berikan padaku di hari terakhir “itu”?. Surat yang hingga kini masih kuingat dengan jelas. Masih ingatkah kamu dengan kalimat “Karena kamu sebagian dari diriku” yang ditulis dalam surat itu? Mungkin tidak, karena terkadang kau lupa pada beberapa hal, termasuk namaku dulu. Terkadang aku masih merasa sangat takjub dengan kemampuanmu membaca masa depan. Bagaimana kau bisa tahu bahwa kita begitu mirip dengan impian yang sama, bahkan pola pikir yang begitu mirip. Mungkin saudara kandung saja tidak bisa sedekat ini.

Terlepas dari pertengkaran kecil karena hal-hal yang membuat kita terasa begitu berbeda. Aku malah bersyukur akan hal itu sehingga kita bisa saling melengkapi dan mengisi. Mungkin inilah yang dinamakan benci dan cinta dalam hubungan. Membuat hidup kita lebih berwarna. Kapan lagi aku mendapatkan sosok kakak yang sangat menyebalkan namun perhatian sepertimu? Dan kapan lagi kamu menemukan gadis kesentrik seperti aku?

Masih ingat tentang konsep album HYYH dalam tulisanku kemarin? Jika aku ditanya pertanyaan “Kapan momen terindah dalam hidup kamu?” maka akan kujawab dengan tegas, bahwa momen itu adalah sekarang. Masa mudaku yang penuh kesulitan, rasa sakit, kesepian namun aku dapat belaja didalamya bersama orang-ornga yang bersedia berada disisiku. Menjadi bagian dari momen terindahku, bahkan berlari bersama di dalamnya. Membimbingku untuk berjalan dengan tongkatku sendiri untuk pertama kalinya.

Jika ada hal yang aku sesalkan padamu, mungkin itu adalah saat aku pergi dari beberapa tahun lalu dan menghancurkan harapanmu akan diriku. Mungkin itu yang membuatmu menghapus sejenak namaku dalam hatimu (Aku akan terus menerus mengungkit kau yang lupa padaku, asal tahu saja aku itu pendendam). Mungkin jika aku masih berada disana kita bisa bersama-sama mewujudkan impian kita dan semuanya akan terasa lebih mudah. Tapi, mungkin jika aku dihadpakan pada keadan yang sama, aku tetap pada keputusanku. Karena sungguh, mungkin karena hal itu aku bisa berdiri disini sekarang. Dan karena itulah kita berbeda. Pengalaman yang berbeda akan menjadikan sosok yang berbeda bukan?

Terlepas dari kisahmu yang lebih rumit dari benang kusut yang sudah 10 tahun terikat satu sama lain, itu menjadi bagian dari dirimu yang membuat hidupmu yang bersinar memiliki bayangan gelap. Tahu kan, semakin terang suatu cahaya maka akan semakin pekat bayangannya? Biarkan benang itu terurai dengan sendirinya. Ada pepatah Korea mengatakan “segalanya akan berakhir baik, jika tidak maka itu berarti semuanya belum berakhir”. Jadi, jangan mengambil kesimpulan sebelum waktunya, karena mungkin kini mba baru berada di bab dua.

Tak ada hal yang begitu ingin aku ucapkan padamu selain “Ayo bersama meraih impian kita” karena semua rasa marah, kecewa, bahagia, bangga akan berlalu bersama waktu yang kita jalani bersama. Aku sunguh bahagia bisa mengenal dan menjadi bagian dari hidupmu. Seperti apapun kita di masa depan, aku harap tautan tangan kita tidak akan pernah terlepas.

Aku rasa aku harus mengakhiri request suratmu saat ini karena aku sungguh mengantuk setelah semalaman begadang. Room mateku sedang menginap lagi di tempat temannya, jadi kesempatan untuk menghabiskan malam kesepianku dengan menulis dan memikirkan banyak hal. Aku minta maaf atas semua kesalahan yang pernah terjadi diantara kita, akupun memaafkanmu atas segalanya, termasuk kesalahan karena sudah melupakan namaku. Terima kasih sudah menjadi bagian hidupku dan membuatnya terasa sangat sempurna.

 

Dari: “Sebagian dari dirimu”

PS. Kalau ada waktu, coba dengarkan lagu Forever Young dari BTS. Itu lagu yang ada dalam HYYH Part terakhir, Forever Young. Jika bisa sekalian mencari artinya, karena lagu itu yang selalu aku dengarkan ketika aku ingin menyerah.

***

Surat terbaik kiriman sahabat terbaik. Adakah yang lebih berharga ketimbang gandengan tangan sahabat?

Leave a Comment


*