Lamunan

Kau tahu, Angin, kenapa aku lebih suka bercerita padamu? Kenapa aku memilih lebih percaya padamu ketimbang makhluk lain bernama manusia, yang sama sepertiku?

Karena kamu tak punya penyakit hati. Kamu tak pernah menilaiku sebelah mata. Kamu tak pernah merasa paling benar. Kamu selalu mau, dengan amat rendah hati, mendengar, mendengar, dan mendengarku lebih dulu. Kamu juga sudi mencari kebenaran dari sumber lain. Sama sekali tidak egois akan persepsi dan selalu berhatihati.

Jadi, manusia itu punya penyakit hati? Aku tahu kau ingin bertanya begitu.

Punya, Ngin. Manusia, sejak diciptakan pertama kali, sudah diuji dengan nafsu dan penyakit hati. Hanya saja, manusia diberi keleluasaan untuk memilih. Memilih untuk adil, atau egois.

Sayangnya, sepanjang hidupku, aku selalu bernasib sial. Manusia yang kutemui hampir semuanya penyakitan. Ada yang menyadari, banyak juga yang keangkuhannya menutupi semua kebusukan dirinya.

Mereka bersikap seolah paling benar. Menghakimi tanpa mau mencari tahu bagaimana fakta yang sebenarnya. Lebih mengerikan lagi, mereka sangat mudah menghasut dan dihasut untuk memperkeruh masalahnya. Aku bahkan tidak tahu harus bagaimana menghadapi mereka?

Jika kamu jadi aku, apa yang akan kamu lakukan, Ngin?

Leave a Comment


*