Untuk Dia

Di suatu hari tanpa sengaja, kita bertemu Aku yang pernah terluka Kembali mengenal cinta Aku masih tersipu jika mengingat semua perjumpaan kita —yang justru selalu tanpa rencana. Kerlingan mataku lamatlamat menelusuri rambutmu, matamu, hidungmu, jenggot tipismu, juga tulang pipi yang tampak menggemaskan kala bibirmu membentuk bulan sabit. Hati ini kembali temukan Senyum yang hiang Semua […]

Tiga Malaikat (2)

“Panjang nggak apa-apa. Aku mau dengar. Gimana ceritanya?” Kau mengusap keringat di selasela rambut yang sedikit menjuntai ke kening. Seakan sembari menyiapkan hati, untuk tidak menitikkan air mata. Beberapa saat.. terdiam. Sayangnya musik kencang berdebam dan keriuhan pengunjung foodcourt weekend ini tak begitu ramah untuk bercerita. Maklum saja, aku dan dia samasama bukan penganut highclass […]

Sewu Kuto, Solo

Sewu kuto uwis tak liwati Sewu ati tak takoni Nanging kabeh podo rangerteni Lungamu ning endi Aku tidak sedang berceloteh tentang kehilangan. Juga tak ingin membahas perihal kerinduan. Tibatiba saja, lidah ini bernyanyi sendiri. “Sewu Kuto”, dipopulerkan Didi Kempot. Tibatiba saja, aku teringat kota anteng, tempat Sang Penyanyi dilahirkan. Surakarta, Solo. Pirang taun anggonku nggoleki […]

Tiga Malaikat (1)

“Ini kenapa?” tanyaku saat diam-diam memperhatikan punggung telapak tangan kirimu. Persis di tulang jari manis dan jari tengah, kulihat semacam bekas luka. Yang menyimpan cerita. “Dulu pernah jatuh dari motor..” matamu tetiba menerawang jauh. Ah… sayang sekali aku bukan ahli fiksi yang pandai mengurai kembali serpihan memori. Aku hanya merasa.. Kisahmu memanggil jemariku untuk menulisnya. […]

Eternal

“Mbak.. Mbak, bersihin kaca doang kok sampai seharian..”, celetuk tetangga di seberang jalan, membuyarkan lamunan. Iya, ya. Aku sama sekali tak menyadari kalau.. Sekitar jam 10 pagi tadi aku sudah berdiri di depan kaca ini, lengkap dengan kain dan cairan pembersih kaca. Sekarang, senja sudah datang. Aku tak ingat kapan persisnya jendela rumah ini terakhir […]

Ritual Pelukan 13 Detik

Kami menyebutnya “Ritual Pelukan 13 Detik”. Hanya berpelukan. Selama 13 detik. Dilakukan tiap dia pulang kerja, begitu dia mengetuk pintu rumah sembari bilang: “Aku pulang..”. Seketika itu juga aku membuka pintu, tersenyum, membentangkan tangan seraya menyambut: “Welcome home, honey..”. Dan, kami berpelukan. Hangat. Boleh dikata, pelukan ini sakral –untuk kami. “Maaf, Sayang.. Hari ini aku […]

Cengkrama di Bus Antar-Kota

Debu di kaca jendela bus perlahan luntur. Tergantikan bercak gerimis yang turun sesuka hati. Satu bercak, dua bercak…. Tiba-tiba sudah memenuhi kaca seiring bertambahnya kilometer yang terlewati. Kusandarkan kepala pada jendela. Sembari menghitung mundur.. “Kapan terakhir kita menghabiskan perjalanan di bus yang sama?”, hei, tanyamu seakan menyuarakan isi kepalaku. Syukurlah, kita masih sehati. “Eum.. Tiga […]

Lamat-lamat kuselami, jurnalis dan penulis ternyata memiliki sebuah kesamaan. Sama-sama tidak berjanji untuk menulis dengan jujur.
#KataAngin

Dear,

Mendung setengah hati bermain dengan awan. Pendaran kemilau mentari malu-malu bersembunyi, ingin diajak senda gurau. Sementara hujan? Tampak murung dan galau. Wajahnya mirip manusia kala menanggung rindu yang terjerat waktu. Itu hasil terawangan mata sayuku, Ngin, saat menulis surat ini. Maafkan tulisanku yang buruk, karena Si Alil ditambah rentetan notifikasi di ponsel tak henti menggelayut. […]

Balada Malam

Kau datang menjelma bocah lanang Bermata sendu membiru kerinduan “Pengen teh anget..” pintamu manja setelah membuka sepatu kuyu Kusambut senyum terindah diiringi satu pinta: Mandilah dulu, air hangat sudah siap. Kau mengangguk, Meski tampak enggan dan memang kutahu kau sedikit benci mandi malam. Tapi jika aku yang memohon (atau lebih tepat menyuruh?), tak sekali pun […]

123456Next ›Last »
Page 1 of 27